Header Ads

Sandiaga Berusaha Keras Untuk Mengajari Presiden Jokowi

Sandiaga Berusaha Keras Untuk Mengajari Presiden Jokowi - Presiden Jokowi ambil langkah berani dan tidak ragu-ragu untuk mencabut subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).   Memang bikin kita kaget dan mau marah.    Kami mengira , subsidi dikurangi sedikit demi sedikit.  Nyatanya malah subsidi BBM dicabut semua, bukan setengah-setangah. Agen Bola Online



Tidak pakai lama, kita akhirnya mengerti juga dengan kebijakan presiden Jokowi mencabut subsidi BBM.     Subsidi BBM tadi dialihkan ke program jauh lebih baik dan lebih bermanfaat.    Yaitu pembangunan infrastrukur-infrastrukur seperti jalan raya, sekolah, jembatan, pelabuhan.   Infrastruktur-infrastrukur nantinya menjadikan masyarakat mudah bergerak dengan lancar dan cepat tanpa hambatan.   Misalnya masyarakat mudah bergerak dengan bertransportasi di (infrastruktur) jalan raya yang lebar dan mulus.

Coba bayangkan, apabila subsidi BBM tidak dicabut…    Memang kita enak dimanjakan harga BBM super murah, tetapi jalan tidak ada perbaikan / rusak.     BBM murah tapi alat transportasi seperti motor cepat rusak karena jalan jelek dan rusak.   Sebaliknya BBM mahal karena subsidi dicabut.    BBM boleh mahal, tapi jalan mulus dan lebar bikin alat transportasi lebih awet.    Betul kan ?

Subsidi BBM yang jumlahnya tidak terlalu sedikit, bahkan hampir 20% dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).    Sayangnya tidak digunakan untuk hal yang positif, dan memanjakan masyarakat yang memang suka malas.    Terlebih lagi, sungguh memalukan , kalau presiden takut cabut subsidi BBM karena takut kepopuleran jatuh atau demi pencitraan di mata rakyat.

Presiden Jokowi tidak takut malah tidak peduli kalau tidak populer karena cabut subsidi BBM.    Malah memaksa mental masyarakat (yang sudah karakternya pemalas dan suka manja) harus berubah.

Uang dari pengalihan subsidi BBM masih belum mencukupi.   Padahal sudah diambil semua dari pendapatan yang diperoleh negara seperti pajak, royalti tambang , toh masih belum cukup untuk semua pembangunan infrastrukur yang memang harus dikebut oleh pemerintah.    Sehingga pemerintah cari hutang-hutang baik dari dalam negeri maupun luar negeri.   Agar pembangunan tetap bisa dikerjakan tanpa harus menunggu pendapatan negara di tahun depan, lagi tahun depan kedua, ketiga,keempat,kelima…

Pemerintah cari hutang dengan berbagai cara, seperti menerbitkan Surat Utang Negara (SUN), menawarkan SUKUK ( Surat Berharga Syariah Negara Ritel ), pinjam dana di bank dunia,

Sebenarnya infrasktruktur tidak semua dibiayai pakai uang negara.   Juga ada dibiayai swasta.    Ada juga dibiayai dari timbal balik dari investasi yang ditanam negara luar di Indonesia. Agen Sbobet Online

Jokowi selalu kreatif mencari cara untuk mendapat dana seperti menerapkan amnesti pajak.

Hingga akhir April 2017, utang Indonesia mencapai Rp 3.667,41 triliun.    Selama pemerintahan Presiden Jokowi, atau dalam kurun 2015 sampai saat ini, pemerintahan Jokowi telah menambah utang baru senilai Rp Rp 1.058,63 triliun.

“Jangan sampai nanti kita utang itu digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif seperti kemarin, subsidi BBM (bahan bakar minyak) kemarin, yang habis terbuang tanpa ada dampak buat anak cucu kita,” kata Sandiaga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Jumat , tanggal 4 Agustus kemarin.

Perkataan Sandiaga tersebut diatas, terasa aneh dan bikin kita mengernyitkan dahi.   Dapat diibaratkan pada peribahasa, “Menggarami lautan”.   Pemerintah dan khususnya presiden Jokowi dari awal sudah cabut subsidi BBM.    Dan presiden Jokowi berkomitmen , tidak akan pernah beri ruang untuk subsidi BBM. Kecuali untuk angkutan umum, masih diberi subsidi.

Belum bener jadi wakil gubernur DKI, Sandiaga kok banyak berlagak.    Bikin kami jengah.    Sandiaga maunya apa sih?     Sandiaga kok bisa-bisa menggurui pemerintah, terutama Presiden Jokowi.

Seandainya Sandiaga jadi presiden, kami berani bertaruh Sandiaga pasti tidak akan berani cabut subsidi BBM.    Walaupun Sandiaga pengusaha , tidak akan pernah bisa seperti Jokowi yang juga pengusaha bisa berpikir jauh kedepan dan berani ambil langkah yang tidak populer. Bandar Casino Terpercaya

Apalagi (katanya) Sandiaga sebenarnya belum layak dengan predikat “pengusaha” , apalagi “pengusaha sukses”.    Malah kena jeratan hukum karena tidak jujur terkait kasus tanah.     Kasus tanah yang dilaporkan ke polisi dengan catatan Sandiaga sebagai terlapor sedangkan pelapor adalah bapak angkat Sandiaga sendiri, Edward Seky Soeryadjaya.    Masih banyak lagi kasus menjerat Sandiaga.

Dua bulan lagi jadi wakil gubernur DKI, Sandiaga mendingan persiapkan program dan kerja nyata untuk DKI.    Dan kurangi omongannya yang tidak bermutu dan hilangkan sikap SOK TAHU.    Terlebih lagi, Sandiaga tidak usah mengatur-atur Jokowi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.