Header Ads

Pekerja JICT Mogok Kerja Untuk Menuntut Bonus Tahunan

Pekerja JICT Mogok Kerja Untuk Menuntut Bonus Tahunan - Itu namanya MARUK. Gaji operator karyawan Jakarta International Container Terminal yang mencapai lebih dari 12 kali lebih besar dari Upah Minimal Propinsi Jakarta, mereka masih melakukan mogok kerja. Alasannya katanya, memprotes perpanjangan kerja sama pengelolaan dan pengoperasian pelabuhan JICT antara PT Pelindo II dan Hackinson Park Holding yang dinilai merugikan negara sebesar Rp 4 triliun rupiah. Ketua Serikat Pekerja JICT, Nova Hakim, mengaku adanya penurunan kesejahteraan pekerja yang ada hubungannya dengan perpanjangan kontrak ini. Agen Bola Online



Saya hampir berpikir, Wah heroik juga karyawan JICT ini mogok memprotes satu keputusan kerjasama yang merugikan negara sebesar Rp 4 triliun. Eh ternyata yang mereka perjuangkan adalah PENURUNAN KESEJAHTERAAN pekerja karena perpanjangan kontrak Pelindo II dan Hackinson Park Holding. Mereka mengajukan 3 tuntutan :

-Pembayaran Bonus Tahunan
-Pembayaran Perjanjian Investasi
-Kesempatan perundingan kerja

Kesejarteraannya menurun. Kalau operator lain yang bekerja di luar JICT dengan gaji UMP sebesar Rp 3 juta lebih sedikit mogok, kita bisa paham. Tapi gaji operator JICT minimal Rp 36 juta per bulan! Aksi mogok karyawan JICT yang mengakibatkan kerugian karena lumpuhnya operasional pelabuhan mencapai jumlah lebih dari Rp 200 miliar. Apa mereka peduli? Mereka bilang, “Iya kami tahu ini akan menimbulkan kerugian, tapi kami harus memperjuangkan kesejahteraan karyawan.”.

Jawaban logis yang berbau egois. Kalau saya yang jadi management JICT, Saya akan langsung buka lowongan kerja, lalu mengganti semua orang yang mogok kerja dengan karyawan baru. Kenapa? Karena secara tidak langsung karyawan yang gajinya paling besar kedua di dunia, dan masih melakukan mogok, itu orang-orang yang tidak tahu diuntung. Kalau kemudian saya berhentikan, apa mereka bisa mendapatkan kerja dengan ganti yang hampir sama? Rp 36 juta per bulan!!. Agen Sbobet Online

Luhut Binsar Panjaitan kecewa dengan sikap ratusan karyawan PT. JICT yang menggelar demo. Luhut menyatakan akn mencari tahu apa yang menyebabkan para karyawan itu demo, Tidka masuk akal jika alasan karyawan itu berdemo karena menuntut kesejahteraan. “Mereka gajinya 36 juta, saya saja menteri gajinya hanya 19 juta!”. Waduh, pak Luhut mening jadi operator di JICT ya kalau bicara soal gaji. Tapi memang kebangetan aksi demo mereka ini. Luhut mengatakan dengan jelas kalau ada yang merugikan, dia akan memprosesnya secara hukum. Sementara operasional Terminal pusat dialihkan ke 4 terminal lainnya akibat aksi mogok ini.

Dan inilah daftar gaji JICT mulai dari tingkat buruh operasional sampai jajaran direksi.

-Level Staff : Gaji per bulan Rp. 35.9 juta. Akumulasi gaji per tahun Rp. 430.9 juta
-Level Senior Staff : Gaji per bulan Rp 68.1. Akumulasi gaji per tahun Rp 818.3 juta
-Supervisor : Gaji per bulan Rp 60.1 juta. Akumulasi gaji per tahun Rp 722.3 juta
-Senior Supervisor : Gaji per bulan Rp. 87.02 juta. Akumulasi gaji per tahun Rp 1.04 miliar
-Manager : Gaji per bulan Rp 113.9 juta. Akumulasi gaji per tahun Rp 1.36 miliar
-Senior Manager : Gaji per bulan Rp 115.1 juta. Akumulasi gaji per tahun Rp 1.38 miliar

Wow! Apa saja kriteria dan job description untuk dapat bekerja di JICT, ya? Gaji Polisi yang setiap hari menjaga keamanan dan tidak jarang pula nyawa mereka terancam sepertinya gajii tidak sebesar itu. Dan Polisi dijamin tidak akan pernah demo!

Saya benar-benar terkejut dan heran, bagaimana gaji karyawan JICT bisa sefantastis itu? Apakah gaji di pelabuhan lain di Indonesia atau 4 pelabuhan yang ada disekitar JICT juga mendapatkan gaji sefantastis itu? Setara dengan Pegawai BUMN manakah yang gaji staff biasa mencapai jumlah Rp 36 juta? Dan sudah berapa lama sistem penggajian sebesar ini dijalankan? Apakah ada ancaman yang signifikan atas jiwa pekerja sampai menetapkan gaji sebesar ini? Kita tahu profesi pilot atau pramugari adalah satu profesi atau pekerjaan dimana bahaya bisa saja mengintai keselamatan jiwa setiap saat. Sejujurnya, saya melihat sistem penggajian seperti ini benar-benar tidak masuk masuk akal. Dan pemerintah harus mulai melirik JICT dengan lebih seksama jika kita ingin memegang prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bandar Casino Terpercaya

Lucunya menurut pengakuan para pekerja JICT, mereka tidak tahun kalau gaji mereka adalah tertinggi kedua di dunia sampai Bapak Luhut Panjaitan mengatakannya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.