Sadar Akan Gagal di 2019, Kata Mutiara Mulai Terdengar Dari Fahri Hamzah Untuk Jokowi
Sadar Akan Gagal di 2019, Kata Mutiara Mulai Terdengar Dari Fahri Hamzah Untuk Jokowi - Keadaan politik di Indonesia memang aneh belakangan ini. Perindo milik Hary tanoe tiba-tiba mendukung Jokowi padahal media milik HT sudah diketahui selalu memojokkan pemerintah. Agen Bola Online
Sekarang wakil rakyat fraksi independen yang merangkap komentator segala bidang Fahri Hamzah juga tiba-tiba mendukung Jokowi. Semenjak jaman pra sejarah Fahri selalu saja mengkritik pemerintahan Jokowi soal apapun. Hal apa yang membuat Fahri berbalik arah?
“Sepertinya sejak awal Pak Jokowi di antara semua calon yang menonjol dan paling dominan,” kata Fahri Hamzah
“Tantanganya untuk parpol lain, relevan enggak jadi pesaing Pak Jokowi? Bawa ide baru apa? Pak Jokowi sudah kelihatan bangun sana, bangun sini. Sekarang mau datang, apa idenya?” kata Fahri.
“Kalau tidak kuat, ya mendingan Pak Jokowi,” ucap dia.
Salah Makan Obat?
Fahri perlu dicek kesehatannya oleh dokter dan psikolog. Perubahan sifat secara tiba-tiba ini bisa saja menunjukkan gejala medis yang lebih serius. Masak dari dulu selalu mengkritik sekarang tiba-tiba mendukung?
Bahkan Fahri mampu mengeluarkan saran dan kritik yang membangun! Ini kan sangat tidak wajar?
“Saya ingin elite berdebat menunjukkan pandangan yang berbeda, parpol yang tidak suka dengan Pak Jokowi berbicara tajam, tunjukkan perbedaan dan falsafah pandangan dalam menyelesaikan persoalan,” kata Fahri.
“Biar publik bisa lihat bedanya. Sebab kalau Pak Prabowo banyak diam, publik akan melihat sama saja. Ini Pak Prabowo harus lebih kritis, konstruksi pemikiran harus dibangun. Enggak boleh Senin-Kamis, harus rutin,” kata dia. Agen Sbobet Online
Wah, apakah Fahri salah makan obat sehingga dirinya tiba-tiba bijak? Atau saat menganti bola lampu dirumahnya Fahri tidak sengaja kesetrum sehingga sel-sel otaknya terkejut dan mulai bekerja? Bingung rasanya melihat tingkah Fahri, bisa terbalik begitu cepat.
Bagaimana pula dengan soulmate-nya Fahri, Fadli Zon? Mereka selalu sevisi dan semisi, Jokowi itu selalu salah! Kalau Jokowi berbuat sesuatu maka mereka berdua akan selalu saling melengkapi dengan cara sama-sama mengkritik tanpa logika.
Fadli tidak akan mau ditinggal sendiri. Mereka berdua selalu dikenal sebagai duo paling mesra di DPR, saling memahami satu sama lain. Apakah Fadli akan mengikuti langkah Fahri mendukung Jokowi? Atau mereka akan berpisah dan akhirnya menkritik satu sama lain.
Kalau Fahri dan Fadli bersiteru, maka akan ada hiburan baru di DPR. Yang satu mendukung Jokowi yang satu lagi bersebrangan dengan Jokowi. Yang menyamakan mereka adalah argumen mereka akan kurang logis dan terkesan asal jawab.
Fahri sudah jelas sedang menjilat Jokowi dengan harapan mendapatkan ‘sesuatu’. Dalam politik itu dukungan pasti dimintai imbalan, bahkan partai pendukung Jokowi juga mendapat imbalan dalam bentuk jabatan menteri.
Kalau Fahri mendukung Jokowi maka imbalannya apa? Jabatan menteri? Wah, mau menteri apa yang cocok buat Fahri? Kalau jadi menteri keuangan bisa-bisa rupiah jadi selevel dolar Zimbabwe. Kalau jadi menteri olahraga maka orang Indonesia akan menjadi juara di negara Indonesia saja.
Kalau jadi menteri kelautan dan perikanan? Bukan kapalnya yang ditenggelamkan, tapi peraturanlah yang ditengelamkan. Kalau jadi menteri pendidikan? Setiap anak akan memiliki kepintaran selevel Fahri Hamzah, luar binasa.
Fahri sendiri sudah fraksi independen dan tidak akan bisa ikut pemilu legislatif jika tidak memiliki partai. Memangnya ada partai yang mau Fahri? PKS saja sudah menolak, apalagi yang lain?
Atau jangan-jangan….. Fahri akan menjadi calon anggota DPR dari fraksi independen!!! Nanti di surat suara maka Fahri akan memiliki kolom tersendiri, fraksi independen. Orang lain harus bersaing dengan kolega separtai, tapi Fahri tidak perlu seperti itu. Bandar Casino Terpercaya
Orang seperti Fahri memang perlu dijaga dan dirawat di Indonesia. Kalau perlu diawetkan saja, karena fungsi Fahri sangat vital bagi dunia politik Indonesia. Fahri menjadi pengingat bahwa politisi itu ada yang tidak punya malu.

Tidak ada komentar