Pengacara Internasional Hotman Paris Tidak Greget Menangani Kasus Hary Tanoe
Pengacara Internasional Hotman Paris Tidak Greget Menangani Kasus Hary Tanoe - Hotman terlihat tidak begitu greget dalam pembelaan terhadap kliennya Hary Tanoe dalam kasus restitusi Mobile 8. Bahkan ia melakukan blunder dengan mengaitkan dua kasus yang tidak nyambung, Mobile 8 dan Pilkada yang berjarak 10 tahun. Apakah ia dilema? Selama ini Hotman Paris terkenal sangat greget dalam membela kliennya. Terlihat dari wajah lemasnya ketika menemani Hary Tanoe. Mengapa hal ini bisa terjadi? Berikut ulasan dan gambar selengkapnya.
Pengacara bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Hotman Paris Hutapea mengaku bingung dan terheran-heran atas pemeriksaan kliennya sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terhadap pembayaran restitusi atas permohonan PT Mobile 8 Telecom yang sekarang sudah hilang, pada tahun 2007-2008. Di dalam sidang pra-peradilan sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan bahwa Kejagung tidak berwenang menangani kasus ini, dan akhirnya membuat kasus ini dihentikan alias digugurkan. Agen Sbobet Online
“Dari Kejagung dia tidak banding, dia tidak kasasi, tidak PK, tidak ada upaya hukum, bahkan baik-baik menyerahkan SP3 tersebut kepada tersangka waktu itu,” ujar Hotman, di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (6/7/2017).
Hotman pun menduga penegak hukum sengaja mengincar kliennya sejak Pilkada DKI Jakarta. Dalam konteks pilkada tersebut, Partai Perindo melalui ketua umumnya, Hary Tanoe mendeklarasikan dukungannya kepada Anies Sandi. Menurut saya, ini justru merupakan asumsi dan opini yang tidak nyambung, dikeluarkan oleh pengacara besar sekaliber Hotman Paris.
Mengapa Hotman Paris membawa-bawa isu Pilkada? Rasanya di dalam percakapan konsiliasi antara Hotman dan Hary Tanoe, ada kecurigaan yang disampaikan oleh Hary Tanoe terhadap incarannya setelah pilkada berlangsung.
Melihat asumsi-asumsi semacam ini, tentu kita pun tidak bisa tidak melupakan sosok Susilo Bambang Yudhoyono. Sehari sebelum pilkada putaran pertama, Antasari mengeluarkan statement bahwa SBY adalah salah satu orang yang bermasalah di dalam kasus tuduhan kepada Antasari yang terlibat di dalam pembunuhan.
Melalui ‘nyanyian’ Antasari, SBY pun lantas langsung baper dan melakukan klarifikasi baik di Twitter maupun konferensi pers. SBY pada saat itu mengatakan bahwa ada pihak yang tidak ingin anaknya menang di dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta. Apa hubungannya antara sang ayah dan sang anak? Jaka sembung bawa golok.
Kejadian ini terulang di dalam kasus Hary Tanoe. Kasusnya dimulai pada tahun 2007-2008, sedangkan Pilkada berlangsung tahun 2016-2017. Jadi lagi-lagi statement pengacara Hary Tanoe, yakni Hotman Paris, justru semakin menunjukkan sesuatu yang janggal. Tidak ada hubungan antara kasus pembayaran restitusi PT Mobile 8 dengan pilkada DKI Jakarta.
Rasanya Hotman Paris sulit untuk membela Hary Tanoe, terlihat dari statemen tidak nyambung yang dikeluarkan olehnya mengenai urusan Mobile 8 dengan Pilkada. Tentunya sebagai pengacara kondang, ia akan menyambung-nyambungkan kasus yang menjerat HT dengan Pilkada, namun rasanya butuh perjuangan dan uang yang banyak untuk menyambungkan hal yang terpisah selama 10 tahun itu. Agen Bola Online
Dalam kasus yang ditangani oleh pengacara bertarif internasional ini, Kejaksaan Agung menemukan transaksi fiktif antara Mobile 8 dan PT Jaya Nusantara. Saat itu PT Mobile 8 sedang mengerjakan proyek pengadaan HP dengan pulsa yang memiliki nilai transaksi bombastis pada saat itu, yakni sekitar Rp 80 miliar rupiah. PT Jaya Nusantara ditunjuk sebagai distributor pengadaan.
Namun perusahaan tersebut tak mampu membeli barang semahal itu. Akhirnya transaksi pun direkayasa agar seolah-olah terjadi perdagangan dengan pembuatan invoice sebagai fakturnya. Pada pertengahan 2008, PT Djaya Nusantara Komunikasi menerima faktur pajak dari Mobile 8 dengan total sekitar Rp 114 miliar.
Untuk kita ketahui bersama, Hotman Paris merupakan salah satu pengacara kondang di Indonesia yang sangat disegani. Tarifnya yang mahal menandakan kualitasnya yang sangat mumpuni. Pada bulan Maret kemarin, Hotman Paris pun menjadi pengacara yang membela kasus perkara pencurian dokumen PT Blauran Cahaya Mulia yang dituduhkan kepada Trisulowati Jusuf (Chin-Chin) di Pengadilan Negeri Surabaya.
Chin Chin ditetapkan sebagai terdakwa setelah dilaporkan oleh suaminya, Gunawan Angka Widjaja ke pihak kepolisian. Chin Chin dituduh menggelapkan dokumen PT Blauran Jaya Mulia, perusahaan yang mengelola Empire Palace. Gedung itu dikelola bersama. Chin Chin menjadi Direktur Utama dan Gunawan sebagai Komisaris Utama.
Perdebatan antara Hotman Paris dan Jaksa berawal saat JPU Ali Prakoso SH bertanya pada saksi Indah Ruliani yang saat itu menjadi staf accounting PT Blauran Cahaya Mulia (BCM). Ali saat itu menanyakan periode audit yang diminta Gunawan pada periode 2012 – 2016.
Mendengar pertanyaan itu, Hotman, kuasa hukum Chin Chin langsung mengajukan keberatan ke majelis hakim. Keberatan diajukan karena pertanyaan jaksa itu dianggap menggiring saksi agar semua dilakukan atas perintah Chin Chin.
“Anda ini penegak hukum, jangan menggiring seperti itu. Saya tahu Anda dekat dengan Kajari, karena Kajarilah yang membolak-balikkan sehingga semua bisa seperti ini,” ucap Hotman.
Singkat cerita, Ketua Majelis Hakim mendamaikan perdebatan dan sidang dilanjutkan.
Karakter kritis dan logis dari Hotman Paris, tidak muncul ketika ia membela Hary Tanoe. Statement-statement tidak nyambungnya mengenai kasus Mobile 8 dan Pilkada yang berjarak 10 tahun, rasanya mengindikasikan ada sesuatu yang kurang sreg dirasakan oleh Hotman. Orang yang dikenal sebagai seorang pengacara yang berintegritas dan mati-matian membela kliennya, sepertinya ia terkesan enggan membela Hary Tanoe. Mengapa demikian? Bandar Casino Terpercaya
Mungkin jawabannya berkait dengan “keberpihakan hati nurani Hotman Paris yang masih berfungsi kepada yang benar”.

Tidak ada komentar