Fadli Zon Kembali Berkoar Mengenai Kasus Kaesang
Fadli Zon Kembali Berkoar Mengenai Kasus Kaesang - Fadli zon… Seandainya tubuh dia terbuat dari darah dan daging, dan otak nya terbuat dari urat-urat halus, saya yakin dia akan menjadi manusia Indonesia yang baik dan wajar tanpa syarat. Saya tidak tahu Tuhan sudah menciptakan Fadli Zon dari apa, yang pasti, didalam tubuhnya tidak diciptakan satu organ yang namanya “Urat Malu”. He he he, saya hanya berkelakar. Fadli Zon samalah seperti kita semua, seorang manusia Indonesia yang sebenarnya berintegritas dan berkredibilitas. Hanya karena kita bersebrangan dengan dia, seperti itulahkita melihat dia. Kalau untuk Partai Gerindra, Fadli Zon adalah aset partai! Dia adalah kader partai dengan posisi secara politis adalah paling tinggi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat! Eh, Kalau Setia Novanto apa yah kalau Fadli Zon Ketua dan Fahri Hamzah Wakil? Agen Sbobet Online
Semua sepak terjangnya tidak lain dan tidak bukan hanya untuk menjatuhkan Jokowi, pesaing Prabowo, Ketua Partai Gerindra dimana Fadli Zon bernaung. Karena mungkin seperti itulah mandat yang dia terima dari sang Ketua. Jujur harus saya akui, Fadli Zon tidak pernah terdengar atau terbaca, oleh saya, bahwa dia menggunakan atau memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi kecuali tentang permintaan dia pada Kedubes RI di New York untuk menjemput anaknya, yang sebenarnya juga wajar. Dan itupun dia minta maaf dan mengganti uang yang ditagihkan oleh rakyat. Coba saja ingat-ingat, kapan terdengar istrinya Fadli Zon arogan karena dia istri seorang anggota dewan? Tidak pernah kan? bahkan kita tidak pernah tahu siapa nama istri Fadli Zon! Untuk ini, saya akui, Fadli Zon seorang yang okey. Saya tidak tahu yah, kalau satu hari nanti, semua yang tersembunyi sekarang akan menampakan diri di permukaan.
Diluar itu, semua tindakan dan perkataan Fadli Zon selalu menempatkan dirinya sebagai Anggota Dewan Wakil Rakyat atau sebagai Kader Partai Gerindra. Dan untuk ini semua, harus Fadli Zon akui, dia memotong urat malu, memotong urat nalar, dan memotong logika. Selama misi yang diberikan Partainya bisa mencapai sasaran. Dia merelakan dirinya menjadi orang paling dihina di seluruh Indonesia. Disamping penampakan dia mirip pemeran iklan Daia yang waria, kenyinyiran Fadli Zon ibarat nyinyiran perempuan. Maka sempurnalah peran dia di panggung perpolitikan Indonesia.
Begitu juga dengan nyinyiran dia sekarang terhadap kasus Kaesang. Katanya dia berang mendengar kasus Kaesang diberhentikan prosesnya karena tidak terlihat adanya unsur pidana. Fadli Zon membalikkan nalar dia dengan menyamakan kasus Kaesang dengan kasus makar. See? hilangkan kemaluannya dia, kan!? Agen Bola Online
Ah saya baru tahu kalau Fadli Zon di posisi dia sebagai Anggota DPR memiliki sifat seperti air, yaitu berubah bentuk sesuai wadahnya. “Kalau posili menganggap kasus ini mengada-ada, bagaimana dengan kasus lain yang SAYA BERPENDAPAT juga mengada-ada?”. Jadi kalau polisi bulat, Fadli Zon ikut bulat, kalau Jokowi Persegi, Fadli Zon ikut persegi, kalau Ahok lonjong, Fadli Zon ikut lonjong dengan komentar yang berdana dasar kunci inggris, makanya kalimat yang keluar seperti itu. “Kalau polisi menganggap ini mengada-ada, terus kasus yang saya anggap mengada-ada bagaimana?”. Makanya Pak Fadli, mening jadi polisi, daripada jadi anggota dewan, biar pendapat bapak bisa dianggap ada.
Saya yakin kita semua masih ingat kasus pembelaan Fadli Zon terhadap si Tukang Sate yang menghina Presiden Indonesia. Bayangkan! Seorang rakyat yang sudah berani menghina Presiden Indonesia dia bela! Dia bela mati-matian menggunakan segala macam cara dan kata-kata yang memekakkan telingan kita. Kerennya dia berhasil membebaskan si Tukang Sate dan menjaminkan dirinya! Tapi…. apa yang terjadi kemudian? Polisi tetap menangkap si Tukang Sate dengan tuduhan yang cukup membanting harga diri seorang Fadli Zon! Ternyata si Tukang Sate punya kejahatan lain. Dia ditangkap untuk kasus pelecehan sex terhadap anak kecil alias pedophil. Anjrit, kebanting banget tuh Pak Fadli zon!!
Sekarang dia berkoar lagi untuk membela Muhammad Hidayat yang melaporkan Kaesang untuk kasus yang tidak nampak. Hebohnya, Fadli Zon berusaha menukar kasus Ndeso-nya kaesang dengan kasus makar! Apa sudah gila ya ini orang? Membela orang yang jelas-jelas sudah menjadi tersangka untuk kasus penghinaan Presiden Indonesia! Bandar Casino Terpercaya
Orang tua bilang, “Orang bodoh itu adalah orang yang tidak bisa belajar dari pengalamannya sendiri. Orang pintar adalah orang yang belajar dari pengalamannya sendiri dan orang bijak adalah orang yang belajar dari pengalaman orang lain”. Tapi kalau orang yang dengan sadar mengulangi kesalahan yang sama, saya bilang sih itu orang tolol.
Mungkin Fadli Zon sedang mabok kali yah waktu dia membandingkan kasus Kaesang dengan kasus dugaan makar yang melibatkan Sekjen FUI Muhamad al-Khaththath….?

Tidak ada komentar