Usaha Jokowi Untuk Meningkatkan Benefit Dari Pariwisata
Usaha Jokowi Untuk Meningkatkan Benefit Dari Pariwisata - Indonesia memiliki keunggulan dalam bidang sumber daya alam. Barisan bukit, pegunungan, pantai, danau, teluk, sungai, hutan, sabana, dan savana yang membentang dari ujung Barat hingga ujung Timur Indonesia merupakan anugerah istimewa. Bumi Indonesia yang berjajar dari Sabang sampai Merauke. Dari Pulau Rote sampai Pulau Miangas.
Bentang wilayah Indonesia yang luas merupakan modal awal untuk bersaing dalam percaturan ekonomi global. Modal awal itu akan percuma, apabila tidak dikelola dengan baik dan terencana. Modal tersebut hanya akan menjadi modal mati, jika salah dalam pengelolaan. Agen Sbobet Online
Pelibatan Generasi Muda dan Komunitas Jalan-jalan
Keanekaragaman Sumber Daya Alam Indonesia tersebut sudah selayaknya dikelola dan dipromosikan. Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pemerintah yang terdapat dalam visi misi Nawa Cita, dengan memasang target 20 juta wisatawan mancanegara sampai 2019.
Mengapa Jokowi – JK menjadikan sektor pariwisata sebagai salah andalan pembangunan? Karena sektor tersebut memberikan banyak manfaat. Bergeraknya sektor pariwisata menciptakan lapangan kerja dan menyumbang pendapatan negara. Potensi pariwisata Indonesia yang penuh pesona tidak cukup hanya dipasarkan melalui dunia nyata (offline). Dunia maya (online) pun perlu digarap secara serius, karena pemasaran melalui dunia maya tidak terbatas waktu dan ruang.
24 jam dapat dimaksimalkan untuk memasarkan dan mengenalkan potensi pariwisata Indonesia di seantero negeri dan penjuru dunia. Sebaliknya, pemasaran melalui dunia nyata kerap terkendala ruang dan waktu. Gerai informasi wisata mempunyai batasan waktu bagi para pegawainya. Selain itu, pemasaran pariwisata di luar negeri berbiaya tinggi, jika pemerintah Indonesia menyewa paviliun atau stan. Pelibatan generasi muda dalam agenda mempromosikan pariwisata Indonesia perlu lebih digalakkan.
Generasi muda, khususnya generasi Y dan generasi Z sungguh melek internet. Hidup mereka nyaris tidak dapat dilepaskan dari ponsel pintar, media sosial, dan internet. Pelibatan generasi muda dalam promosi pariwisata Indonesia dapat dilakukan dengan dunia internet yang sudah mereka akrabi setiap hari.
Kegemaran kaum muda dalam menggunakan jejaring sosial dapat mulai pula diarahkan untuk mendukung promosi pariwisata Indonesia. Kaum muda dapat digerakkan untuk membuat akun di Twitter, Instagram, dan Blog yang menampilkan lokasi-lokasi wisata di penjuru negeri. Hal ini perlu dilakukan supaya lebih banyak lokasi wisata yang dapat dijadikan alternatif pilihan mengisi liburan, selain Pulau Bali.
Joko Widodo dan Kekuatan Generasi Y serta Z
Kekuatan generasi Y dan Z adalah pada kolaborasi, kreatif, dan melek internet. Generasi muda yang gemar berwisata membentuk komunitas jalan-jalan. Komunitas jalan-jalan tersebut lazimnya berawal dari sekelompok orang yang memiliki kesamaan hobi. Untuk mempermudah komunikasi mereka membuat milis, situs dan akun media sosial. Komunitas jalan-jalan ini perlu dipetakan oleh Kementerian Pariwisata RI. Mereka terdapat di tiap provinsi.
Setelah dipetakan keberadaannya, maka komunitas jalan-jalan tersebut dapat dilibatkan dalam tiap kegiatan promosi pariwisata. Bukti keseriusan Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan aktivis medsos yang rerata adalah generasi Y dan Z dalam mempromosikan pariwisata Indonesia terwujud dalam menjaring beragam komunitas jalan-jalan, blogger dan vlogger perjalanan.
Mereka disatukan dalam wadah GenPI (Generasi Pesona Indonesia). Tugas dan fungsi GenPI adalah adalah menjadi relawan komunikasi dan pemasaran pariwisata berbasis dalam jaringan (online). Selain itu, mereka juga diminta terlibat sebagai relawan kampanye sosial dan ragam program yang mendorong pertumbuhan pariwisata.
Bagi pemerintahan Joko Widodo aktivis media sosial merupakan mitra bestari. Mereka dirangkul untuk memberikan saran serta diminta untuk aktif memproduksi ragam berita baik tentang Indonesia dan pariwisata Indonesia di beragam kanal medsos yang dimiliki. Ragam berita baik Indonesia, khususnya pariwisata Indonesia di media sosial diharapkan semakin hits dan menghebohkan destinasi wisata di berbagai daerah, festival, dan events melalui blog, vlog, dan semua platform media sosial.
Misal: trafik yang tinggi tentang suatu lokasi wisata suatu daerah di Instagram dapat membuat penasaran wisatawan, kemudian mereka mengunjungi lokasi tersebut. Efek viral suatu lokasi wisata di media sosial akan mengemparkan netizen, lalu mereka berbondong-bondong pergi ke lokasi tersebut. Keriuhan mereka semakin meningkatkan trafik di jagat maya melalui beragam unggahan foto di lokasi wisata tersebut.
E-Tourism: Digitalisasi Promosi dan Pengembangan Pariwisata
Zaman semakin bergerak. Ruang dan waktu semakin nisbi (relatif). Jarak antar negara nirbatas. Itu semua dipicu oleh perkembangan dunia digital. Pemerintahan Jokowi melalui Kemenpar juga adaptif merespon perkembangan dunia digital dalam promosi dan pengembangan pariwisata Indonesia, contohnya: kerjasama Kemenpar dengan Google. Kerjasama tersebut menghasilkan kesepakatan, yakni Google membuat Google Underwater Streetview untuk Raja Ampat.
Bukan itu saja, Google juga membuat Google Underwater Streetview Labuan Bajo dan Wakatobi. Kerjasama dengan Google juga membantu mempublikasikan situs resmi pariwisata Indonesia yang beralamat di indonesia.travel. Berkat kerjasama tersebut trafik di situs Indonesia.travel, sejak Maret hingga November 2016 meningkat hingga 600 persen. Agen Bola Online
Untuk menjaring wisatawan dari Tiongkok, Salah satu langkah terobosan dilakukan oleh Kemenpar dengan meluncurkan inisiatif Wonderful Indonesia di berbagai platform strategis yang dimiliki Baidu. Kemenpar menjalin kerjasama dengan Baidu yang merupakan mesin pencari internet terbesar di Tiongkok. Menpar, Arief Yahya menyatakan bahwa dengan ratusan juta pengguna di Tiongkok dan 5 miliar akses per hari, efisiensi dan akurasi merupakan nilai khusus yang diberikan Baidu bagi promosi pariwisata Indonesia.
Pemasaran Digital dan Prospek Pariwisata Indonesia
Prospek pariwisata Indonesia masih dapat berkembang. Masih banyak tujuan wisata baru yang dapat dipromosikan. Keanekaragaman sumber daya alam Indonesia sungguh luar biasa untuk terus dikembangkan memperluas tujuan-tujuan lokasi wisata baru.
Data tahun 2015 yang diungkapkan oleh Deputi Pengembangan Pariwisata Kemenpar, Ahman Sya bahwa kontribusi sektor pariwisata telah tercermin dari keberhasilan capaian target kunjungan wisatawan mancanegara yang menembus 10,4 juta di 2015. Dari 10,4 juta kunjungan tersebut, maka belanja uang dari wisatawan mancanegara senilai US$12,6 miliar.
Data tahun 2016 wisatawan mancanegara menyentuh angka 12 juta. Meningkatnya kunjungan wisman tersebut membanggakan, karena dalam visi misi Nawa Cita, pemerintah memasang target 20 juta wisatawan mancanegara sampai 2019. Dalam sisa waktu dua tahun pemerintahan Jokowi – JK perlu kerja, kerja, dan kerja untuk mencapai target tersebut.
Salah satu cara efektif untuk menggenjot kunjungan wisatawan adalah berpromosi menggunakan pemasaran digital (digital marketing). Menurut Menteri Pariwisata, Arief Yahya dampak digunakannya pemasaran digital sangat signifikan dalam mempromosikan destinasi wisata Indonesia.
Pemasaran digital digiatkan Kemenpar dengan masif melalui publikasi dan promosi Wonderful Indonesia pada sejumlah portal berita termasuk TripAdvisor. Pemasaran dan promosi wisata Indonesia melalui dunia digital perlu digiatkan, karena dunia digital bersifat nirbatas dan mampu menjangkau beragam belahan dunia. Menteri Arief mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen media digital tersebut memiliki andil besar bagi penyebaran informasi suatu destinasi wisata maupun akomodasi wisata kepada wisatawan. Sedangkan dari 100 persen, jumlah transaksi atau yang melakukan eksekusi langsung sekitar 30 persen menggunakan digital.
Terobosan Transformatif: Sinergi Antar Kementerian dan Lembaga
Untuk mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara sampai 2019 pemerintahan Jokowi perlu menyiapkan infrastruktur dan warga di lokasi wisata. Salah satu sorotan kekurangan dari pariwisata di Indonesia adalah belum meratanya dan minimnya infrastruktur akses menuju tempat wisata di beberapa daerah. Ketiadaan atau belum meratanya infrastruktur yang memadai membuat biaya transportasi ke lokasi yang dipromosikan menjadi mahal.
Selain itu, masih ditemukan kendala berikutnya dari sektor pariwisata Indonesia yang sering menjadi keluhan wisatawan, baik dalam negeri ataupun mancanegara. Keluhan tersebut adalah kesehatan dan kebersihan yang masih kurang diperhatikan pada lokasi-lokasi wisata. Menggenjot target wisatawan, selain perlu menyiapkan infrastruktur juga perlu menyiapkan warga di sekitar lokasi wisata. Penyiapan warga tersebut agar mereka dapat menyambut dan melayani wisatawan dengan baik. Pelayanan wisatawan yang prima akan membuat wisatawan betah dan kemungkinan untuk kembali berwisata dengan membawa wisatawan-wisatawan baru. Lingkungan wisata yang rapi, bersih, tertib, dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan akan membuat hati wisatawan nyaman.
Menyikapi permasalahan tersebut, maka Kementerian Pariwisata didukung oleh Kementerian BUMN dan Kementerian PU PR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) membuat program konkret bedah rumah yang tidak layak huni di sekitar lokasi wisata Danau Toba,Tanjung Lesung, dan Bromo-Semeru-Tengger. Di masing-masing lokasi wisata tersebut disediakan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk 100 rumah dengan nilai bantuan Rp. 15 juta per rumah.
Selain itu, Bank plat merah, Bank Tabungan Negara (BTN) juga akan membiayai rumah-rumah penduduk yang dapat dijadikan sentra bisnis kepariwisataan di tiap destinasi. Selain BTN, Kemenpar juga menjalin kerjasama dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dalam mengembangkan destinasi dan industri pariwisata. Kerjasama tersebut dijalin untuk pembiayaan atau mengucurkan kredit untuk pengembangan 10 destinasi pariwisata baru. Sepuluh destinasi itu antara lain Danau Toba, Belitung, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Candi Borobudur, Gunung Bromo, Mandalika Lombok, Pulau Komodo, Taman Nasional Wakatobi, dan Morotai.
Penutup
Target 20 juta wisatawan mancanegara hingga tahun 2019 semakin dekat. Kini sudah menginjak bulan ketujuh 2017. Kabar membahagiakan dari World Economic Forum (WEF) menghampiri di bulan April 2017 untuk insan pariwisata Indonesia , karena indeks daya saing Indonesia melesat naik 8 poin berdasarkan kajian The Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI). Kenaikan poin tersebut meningkatkan posisi Indonesia dari posisi 50 ke posisi 42.
Menteri Pariwisata, Arief Yahya menyampaikan bahwa peningkatan indeks daya saing pariwisata tersebut berkat dukungan dan komitmen luar biasa dari Presiden Joko Widodo yang menempatkan sektor pariwisata sebagai prioritas utama. Peningkatan indeks daya saing pariwisata Indonesia semakin meningkatkan kepercayan diri Indonesia. Kementerian Pariwisata juga sudah membuktikan bahwa di semua level kompetisi, Wonderful Indonesia selalu meraih juara. “DNA kita ada di sini, industri kreatif, termasuk pariwisata, ujar Presiden Jokowi. Bandar Casino Terpercaya

Tidak ada komentar