Header Ads

Saksikan Film Karya Dalam Negeri Terkini Dan Terheboh Di Bioskop Kesayangan Anda

Saksikan Film Karya Dalam Negeri Terkini Dan Terheboh Di Bioskop Kesayangan Anda - Baru-baru ini, tidak ada hujan, tidak ada petir, tidak ada angin dan badai di Jakarta, tiba-tiba saja Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra, Habiburokhman, yang dulu bilang mau terjun dari Monas tapi tidak jadi itu, ngomel-ngomel di Twitter lantaran kesasar di Simpang Susun Semanggi. Agen Bola Online



Sule kw 2 ini lalu menyalahkan Ahok sebagai penggagas proyek Simpang Susun Semanggi itu sehingga bikin dia sampai kesasar. Ulah ndeso nan katroknya itu tak ubahnya vickynisasi yang berupaya mengkudeta hati Dewinta Bahar.

Pertanyaannya, benarkah si jambu bol ini kesasar di Simpang Susun Semanggi? Saya tidak tahu. Yang saya tahu politisi yang ngaku-ngaku sebagai om ganteng tapi belum kawin-kawin juga karena tidak laku itu sejak dulu adalah pembenci Ahok kelas akut pada level stadium empat yang seringkali menyebut Ahok dengan sebutan Mister Hok.

Itu disebabkan karena wawasan cakrawala intelektualnya yang miskin dan mentalnya bermasalah, menjadi pelacur di pentas publik dengan memperkosa otentifikasi dirinya dengan cara berlindung dibalik topeng citra diri.

Salah arah, mau ke Menteng jadinya ke arah Senayan, ini siapa sich penggagasnya? Begitu comelnya. Sule kw 2 ini menggunakan diksi yang tepat mengena pada selera para kaum bumi peang.

Ya harap maklum, si jambu bol ini kan pendatang yang merantau dari kampung ke Jakarta. Jadi kalau nyasar, masih bisa dipahami ketololannya. Jalanan Jakarta memang bikin jiper kaum dongok otak setengah ons karena memiliki lintasan jalan yang melilit dan meliuk-liuk ke sana-kemari. Kalau tidak pintar baca arah penunjuk dan rambu-rambu lalu lintas plus nanya-nanya orang, ngisi bensin sampai Rp 1 juta pun ndak bakalan nyape ke rumah.

Jangankan pendatang dari kampung, orang asli Jakarta yang lahir dan besar di Jakarta aja sering nyasar. Pun sopir taksi yang sebagian besar hidupnya dihabiskan di jalanan Jakarta juga sering nyasar.

Orang yang tinggal di Jakarta Timur pasti akan kebingungan kalau melintas di Jakarta Barat. Begitu juga orang yang yang tinggal di Jakarta Barat, pasti jiper kalau sudah berada di Jakarta selatan. Itulah pentingnya google map. Tekhnologi sudah canggih, jadi orang jangan bloon, tinggal ketik tujuan kemana, google map yang mengarahkan. Selesai perkara. Agen Sbobet Online

Di Twitter, ramai orang membully kedunguan si jambu bol ini. Status Twitternya yang dipikirnya top markotop, bermazhab dan tepat pada sasaran tembak langsung menonjok uluhati kaum bumi bulat justru jadi bahan tertawaan banyak orang.

Orang yang selalu menjaga ketat citra dirinya di gelanggang publik agar tampak intelek biasanya IQ-nya jongkok karena kepribadiannya sakit. Pribadi yang sudah matang secara intelektual dan emosional akan menampilkan diri dengan alami. Bukan lebay tingkat dewa kayak si jambu bol ini.

Menyebut dirinya orang cerdas dan ganteng, tapi tersesat di simpang susun di atas Jembatan Semanggi, Jakarta. Agak lebay sih, tapi memang gitu orangnya, suka makan puji. Ingin dapat panggung, ingin tenar dengan cara instan. Padahal tidak ada salahnya kalau dia mau meluangkan waktunya sejenak untuk ngaca.

Untung ada Twitter, jadi kedunguan kaum bumi peang menjadi hiburan yang mengasyikkan di akhir pekan. Akibat ada spesies langka yang nyasar di Simpang Susun Semanggi, Kementerian PUPR pun merasa geli. Simpang Susun Semanggi itu memiliki total panjang lintasan 1,6 kilometer yang terdiri atas dua Ramp, yaitu Ramp 1 dari Polda ke Bundaran HI dengan panjang 826 meter dan Ramp 2 dari Grogol menuju Blok M sepanjang 796 meter.

Makanya sisihkan waktu untuk menambah wawasan intelektual tentang jalanan di Jakarta. Orang yang sakit secara kepribadian, biasanya begitu, hanya sibuk berkutat dengan rutinitas dan ruang lingkup yang itu-saja, sibuk nyinyir dan menghina pemerintah.

Bagi saya tipikal orang seperti jambu bol ini adalah para penipu dengan casing intelektual yang kerjanya hanya berdusta. Lain kali naik angkot aja ya, bol.

Lantas ala korelasinya dengan judul tulisan? Apakah filmnya sudah jadi? Belum, kawan. Saya hanya membayangkan betapa laku kerasnya film ini ditonton 7 juta umat jika dilayar lebarkan oleh Sutradara sekaliber Riri Riza dan mas Hanung Bramantyo dengan judul, “Lost in Semanggi, the Story of Stupidity”. Bandar Casino Terpercaya

Kalau bisa dibikin dua bahasa dengan teks bahasa Inggris sehingga dunia pun tahu bahwa di dunia ini ada spesies langka yang menyalahkan pemerintah akibat dari kedunguannya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.