Header Ads

Ketika Salah Belok Merupakan Kesalahan Dari Jalanannya...

Ketika Salah Belok Merupakan Kesalahan Dari Jalanannya... - Logika apa yang dipakai Habiburokhman kali ini ? Apakah seperti ini juga logika yang dipakai Habiburokhman ketika memimpin Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ?



Ngeri-ngeri sedap juga melihat pembina seperti ini. Salah dirinya sendiri tetapi tidak mau mengaku salah malah mencari orang lain untuk disalahkan. Ternyata mental tempe. Agen Sbobet Online

Sudah tau nyasar, bukannya malu pada diri sendiri, malah menumpahkan kekesalannya karena nyasar ke Twitter pribadinya. Ini khan sama persis menepuk air terpercik wajah sendiri.

“Cuma tambah bundaran saja itu, katroklah kalau bahasa saya. Terlalu sederhana, memang nggak ada apa-apanya. Jelek, nggak sehebat sebagaimana didengungkan oleh orang-orang yang lebay. Bayangan saya jembatannya sih bagus, rekayasa lalinnya bagus, sehingga orang nggak mengalami nasib kayak saya,” ujar Habiburokhman.

“Penggagasnya juga nggak ada apa-apanya. Ahok itu nggak ada apa-apanya. Terlalu glorified, dibesar-besarkan. Padahal biasa saja. Penggagasnya juga biasa-biasa saja. Apa hebatnya si Ahok itu,” tutur Habiburokhman.

Ha…ha….ha…. Ini orang memang betul-betul katrok. Nyasar karena kebodohannya sendiri tetapi tetap menyalahkan orang. Seorang pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) yang nyasar, marah-marah dan kesal trus menyalahkan orang lain. Mungkin anggota ACTA pun sekarang akan pikir-pikir untuk menjadi anggota tetap atau mendaftar sebagai anggota ACTA bila melihat pembinanya seperti ini.

Selain sebagai pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ternyata Habiburokhman Kepala Bidang Advokat DPP Partai Gerindra. Bagaimana mungkin orang yang “penting” ini tidak mengetahui tentang Simpang Susun Semanggi.

Padahal Habiburokhman sebagai seorang pembina dan kepala bidang advokat, media sosial sudah pasti menjadi kegiatan Habiburokhman. Mulai dari Twitter, BBM, What’s Up, Facebook dan yang lainnya pastilah sudah melekat erat pada diri Habiburokhman.

Simpang Susun Semanggi sudah didengungkan oleh setiap orang di Jakarta. Sebelum di uji cobakan ternyata Dinas Perhubungan telah memasang rambu-rambu penunjuk jalan. Papan nama jalan yang terpasang jelas menjadi rujukan agar tak salah arah. Agen Bola Online

Dalam komentarnya Habiburokhman mengatakan bahwa dalam kegiatan nyasarnya itu ada beberapa mobil yang ikutan nyasar dan 2-3 mobil yang mundur kembali jalannya.

Menurut Sigit, hanya di hari pertama Simpang Susun Semanggi banyak pengendara yang ragu untuk melintas. Namun Sigit belum menemukan adanya pengendara yang mundur dan tidak jadi melintas di Simpang Susun Semanggi.

“Cuma hari pertama saja masih ada keraguan setelah itu nggak ada. Nggak pernah ada, nggak bisa mundur masa mau ditabrak, kalau memang ada coba ada videonya,” tutup Sigit.

Lalu….mobil siapa yang jalannya mundur yang dilihat oleh Habiburokhman ?

Bahkan untuk menguji pernyataan Habiburokhman tentang kegiatan nyasarnya, detik.com bahkan sampai turun ke jalan menyusuri perjalanan Habiburokhman.

Di Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Semanggi, terdapat papan petunjuk jalan yang cukup besar. alur paling kiri mengarah ke Menteng atau Bundaran Hotel Indonesia (HI). Jalur ini yang seharusnya diambil Habiburokhman saat itu.

Kemudian jalur di tengah adalah arah menaiki Simpang Susun Semanggi yang mengarah ke Senayan atau Blok M. Sedangkan jalur paling kanan akan mengantarkan ke arah Cawang.

Habiburokhman yang hendak menuju arah HI, mengambil jalur tengah yakni naik ke Simpang Susun Semanggi. Akhirnya, mobil yang dikendarainya keluar di Jalan Jenderal Sudirman yang mengarah ke Senayan. Dia pun harus putar balik di Bundaran Senayan untuk bisa menuju arah tujuan awal: Bundaran HI

Jadi jelaslah sudah siapa yang KATROK. Supaya nggak kesasar lagi Habiburokhman sebaiknya pinjam peta miliknya DORA. Bandar Casino Terpercaya

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.