Sebanyak Tujuh Dari Alumni Aksi 212 Putuskan Untuk Mendirikan Partai
Sebanyak Tujuh Dari Alumni Aksi 212 Putuskan Untuk Mendirikan Partai - 7 (di antara 7 juta) alumni 212 mendeklarasikan berdirinya Partai Syariah hari ini, Senin 17 Juli 2017. Partai ini dibentuk dengan tujuan untuk membangun parlemen yang bersih dan bernuansa Islam. Agen Bola Online
“Kami harus membangun parlemen. Kami harus mempermainkan parlemen melalui partai Islam,” kata Ma’ruf Halimuddin, salah satu penggagas Partai Syariah di Gedung Juang 45, Jakarta.
Menurut Ma’ruf penggagas partai ini adalah Siti Asmah Ratu Agung. Dana operasionalnya berasal dari iuran peserta aksi 212. Untuk menyaring anggota mereka bergerilya melalui media sosial. Beberapa partisipan Partai Syariah sudah membentuk posko di daerahnya. Di antaranya adalah Sulawesi dan Aceh. Posko ini nantinya bakal digunakan untuk sekretariat.
Lucunya partai ini belum memiliki Ketua Umum. Sebab ulama-ulama yang masuk sebagai anggota GNPF MUI lah yang akan memilih Ketua Umum Partai Syariah.
Ma’ruf juga berharap berdirinya Partai Syariah ini bisa menginspirasi alumni 212 lain untuk membentuk partai serupa agar lebih banyak lagi Umat Islam yang bisa menguasai parlemen dan pemerintahan. Sebab ormas yang ada dipandangnya belum mampu menggaungkan keuatan Islam, terlebih ada ormas yang ditutup Pemerintah.
“Kami dari Partai Syariah ini mengajak mereka berpikir jangan bermain di ormas saja saja. Hari ini kita harus mengasuh partai politik untuk merebut kemenangan di parlemen,”
Saya tidak kaget dengan hal ini. Justru makin menunjukkan bahwasannya gerakan 212 bukan sekedar gerakan sosial untuk membela agama melainkan tendensinya ke arah politik. Tujuannya pun juga sangat politis sekali. Dan tak diragukan lagi agama dijadikan komoditas mereka untuk meraih tujuan tersebut. Agen Sbobet Online
Prinsip demokrasi juga jelas bukan nafas mereka. Lah itu memilih Ketua Umum saja yang menentukan adalah GNPF MUI bukan proses demokrasi di partai. Artinya faktor like and dislike serta ‘kamu bisa menjanjikan apa’ akan sangat kuat di sana.
Mereka sadar bahwa ormas tak akan cukup kuat memberi pengaruh politis sebab meski secara politik akan ada partai yang berkepentingan namun sifatnya temporer dan tak bisa selalu menggaransi. Semua akan tergantung kepentingan apa yang dimainkan. Apalagi dengan Perppu yang dikeluarkan Presiden. Kalau mereka bertentangan dengan undang-undang maka akan mati kutu.
Sementara jika menjadi partai maka yang bisa mengandaskan mereka adalah rakyat. Kalau tak ada yang memilih maka namanya juga akan menguap begitu saja. Sekarang tinggal apa AD/ART yang mereka gunakan. Kalau mereka menginginkan khilafah dan tidak menjadikan Pancasila sebagai salah satu landasan harusnya sih ketika mendaftarkan jadi parpol sudah bisa digugurkan.
Memang tanpa menguasai parlemen akan sangat sulit bagi mereka untuk bisa mengubah undang-undang atau sistem pemerintahan di negara ini. Di sinilah bahayanya. Kepentingan mereka jelas dan terbaca, belum lagi sentimen ingin menjadikan negara ini bersistem khilafah. Bisa jadi malah pihak yang selama ini tampak berkawan dengan mereka karena sedang punya kepentingan sama nantinya juga akan disingkirkan demi tujuan ini.
Salah satu deklarator partai ini, Asmah Ratu Agung, memang dikenal sebagai loyalis pada gerakan 212. Wanita yang juga Dewan Pakar Dewan Koperasi Indonesia dan Ketua Umum ICMI Peduli Pusat ini menggagas berdirinya jaringan minimarket Muslim 212 Mart. Bahkan rumahnya di kawasan Mampang dijaminkan senilai 15 Milyar rupiah untuk membiayai pendirian jaringan ini. Dalam pengakuannya ia menyebutkan menunjuk Habib Rizieq sebagai komisaris utama, Bachtiar Nasir dan Abdullah Gymanstiar menjadi komisaris. Bandar Casino Terpercaya

Tidak ada komentar