Header Ads

Modus Papa Minta Saham Akhir nya Terbongkar

Modus Papa Minta Saham Akhir nya Terbongkar - Burung sejenis akan terbang bersama. Burung merpati akan terbang dengan merpati, burung pemakan bangkai akan terbang bersama burung pemakan bangkai. Itu pasti.



Hari ini, jagad politik nasional mendadak geger. Pasalnya orang nomor satu di Partai Golkar Setya Novanto ditetapkan KPK sebagai tersangka korupsi pengadaan eKTP. Kontan berita ini menjadi trending topik. Bagaimana mungkin Ketua DPR bisa masuk kotak sebagai tersangka korupsi berjamaah eKTP? Bagaimana mungkin Setnov yang dikenal sebagai politisi paling licin bak belut dibalut oli itu akhirnya bisa tergelincir? Agen Sbobet Online

Jika ditarik ke belakang, menangnya Setnov menjadi Ketum Golkar bukanlah serba kebetulan. Polemik perebutan Ketum Partai Golkar berbuntut pecahnya Partai Golkar dalam dua gerbong yakni gerbong ARB dan gerbong Agung Laksono memunculkan nama Setnov sebagai kuda hitam.

Pertempuran sengit dua pentolan berpengaruh Partai Golkar antara ARB dan Agung Laksono membuat jalan baru bagi Setnov. Jalan untuk menapak menjadi orang nomor satu di Partai Golkar akhirnya terbuka lebar.

Buntutnya, konflik Partai Golkar itu memaksa ARB yang terpilih menjadi Ketum Golkar versi Bali harus legowo mundur dari pencalonan asalkan Agung Laksono yang terpilih menjadi Ketum Gokkar versi Ancol juga tidak maju menjadi kandidat Ketum. ARB dan Agung Laksono dipaksa tidak boleh ikut pencalonan demi rekonsialiasi partai.

Pemilihan Ketum Partai Golkar memasuki babak baru sepanjang sejarah Partai Golkar. Banyak orang menebak Setya Novanto akan menang mudah melawan pesaingnya Ade Komarudin yang dijagokan JK dan Tommy Soeharto. Sementara Novanto dijagokan LBP dan ARB.

Dua kutub raksasa dalam arus utama Partai Golkar ini begitu kuat tarik menarik memperebutkan pemilik suara. Lobby-lobby sarat angin sorga bergema kencang jauh sebelum hajatan munaslub berlangsung.

Sejarah mencatat Setya Novanto menang telak dengan suara 277 berbanding 174. Putaran kedua tidak dilanjutkan, Akom lempar handuk. Gerbong Setnov yang didukung LBP menang. Gerbong Akom yang didukung JK gigit jari. LBP berada di balik tirai kemenangan Setnov. Ini penting agar bola liar kekuatan partai Golkar di Parlemen tidak dikendalikan JK dalam mendikte pemerintahan Jokowi seperti saat JK menjadi Wapres masa SBY.

Sayangnya, setelah kemenangan mudah itu, Setnov dengan cepat memberikan hadiah spesial kepada hulubalang utamanya. Jabatan Mahapatih alias Ketua Harian diserahkan kepada mantan narapidana korupsi Nurdin Halid. Jabatan sebagai pencatat dokumen rahasia alias Sekjen diberikan kepada Sekjen lama Idrus Marham orang kepercayaan ARB. Agen Sbobet Online

Tentu saja pemberian posisi kunci ini bikin Partai Golkar bak gadis tua yang wajahnya nampak semakin keriput penuh bopeng. Keriputnya bergaris bertuliskan melukai harapan publik akan partai yang bersih dan penuh integritas. Publik dianggap buta dan bodoh dengan edisi sinetron “papa minta saham” berkolaborasi dengan mahapatih Nurdin Halid mantan koruptor.

Mengapa Golkar tidak mau mendengar bahwa Nurdin Halid itu public enemy, musuh publik? Mengapa kursi emas malah dihadiahkan kepadanya? Mengapa Nurdin diberikan kepercayaan dan kekuasaan untuk mengelola Partai yang berpengaruh ini? Bisa jadi ada cerita rahasia kemesraan panjang dari duo pendekar Golkar ini.

Sebelumnya Setnov adalah bendahara umum Partai Golkar yang notabenenya pencari uang operasional partai. Di tangannya urat nadi darah pergerakan partai. Masa itulah Setnov memainkan jurus menerkam duit gede dalam proyek eKTP seperti tertulis dalam dakwaan jaksa.

Kita dibuat geleng-geleng kepala tak habis pikir. Partai sebagai pilar demokrasi sejatinya memanggul tanggung jawab perubahan bangsa melalui orang orangnya yang cakap, kapabel, berintegritas dan terhormat. Alih-alih munaslub jadi ajang perubahan Partai Golkar, yang terjadi malah setback, lebih jelek sekalipun dibandingkan Golkar jaman Harmoko.

Lagi-lagi kita terhenyak, akal sehat kita jungkir balik menonton drama serial papa minta saham plus plus terpilih mengemudikan partai Golkar. Partai yang memiliki banyak kadernya menjabat sebagai gubernur, bupati, walikota dan anggota DPR ini akhirnya dipimpin orang orang bermasalah.

Partai yang notebenenya saluran demokrasi mencari pemimpin publik malah dipimpin oleh orang-orang yang penuh catatan buruk. Orang-orang yang belum selesai dengan masa lalunya. Tanpa punya hati tanpa rasa penghormatan kepada rakyat Indonesia yang sedang mendambakan Indonesia yang bermartabat mereka berdiri di tiang pilar demokrasi mengolok -olok peradaban bangsa kita.

Kita mengurut dada tidak bisa berkata kata lagi selain menerima kenyataan memang peradaban suatu bangsa itu tidak akan berkembang maju ketika etika dan moralitas mati di atas aturan ecek-ecek yang dibuat para bajingan.

Hari ini perjalanan sang petualang papa minta saham, politikus paling licin bak belut campur oli itu berakhir tak bisa berkutik lagi. KPK mengunci perjalanan karir politiknya dengan sangkaan terlibat korupsi trilyunan proyek e-KTP.

Masuknya Setnov sebagai tersangka baru korupsi proyek e-KTP ini membuat publik percaya Istana bersih dari intervensi melindungi Setnov.

Sirnalah sinyalemen yang menuding berpindahnya gerbong Golkar dari KMP ke gerbong pemerintahan Jokowi karena ada deal pembebasan Setnov dari kasus hukum sangkaan terlibat korupsi bau anyir proyek e-KTP jaman SBY. Bandar Casino Terpercaya

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.