Revolusi Mental Sangat Diperlukan Untuk Kemajuan Suatu Negara
Revolusi Mental Sangat Diperlukan Untuk Kemajuan Suatu Negara - Revolusi Mental adalah satu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia ini untuk menjadi manusia baru yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, dan berjiwa api yang menyala-nyala (Bung Karno)
Pada medio 2014 silam nama Joko Widodo, seorang pecinta musik cadas ‘pensiunan’ pengusaha mebel dari Solo tiba-tiba melejit ke angkasa politik negeri ini. Ketidakpatuhannya pada rambu-rambu logika dan gramatika politik konvensional di Indonesia malah membuat namanya semakin dielu-elukan oleh masyarakat. 2 tahun menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi lantas berpindah kantor ke Jalan Merdeka Utara sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia. Agen Sbobet Online
Joko Widodo merupakan subjek yang tepat untuk merepresentasikan idiom from zero to hero. Dia tidak berangkat dari keluarga yang berkelimpahan materi, orang tua lulusan perguruan tinggi terbaik, atau kerabat dengan koneksi ke pusat-pusat kekuasaan. Tak ada darah biru mengalir dalam dirinya1. Hanya kerja keras dan dedikasinya lah yang pada akhirnya membawa Jokowi pada kesuksesan besar sebagai anak manusia.
Faktanya kemudian, rakyat Indonesia tidak lah keliru dalam menjatuhkan pilihan politiknya pada Jokowi, meskipun belum bisa dikatakan sangat sempurna, selama kurang lebih 3 tahun bekerja memimpin Indonesia, Jokowi mampu mencatatkan berbagai prestasi gemilang, diantaranya :
-Mampu mengatrol Index Corruption Perception Indonesia ke angka (37) , menempati peringkat 90, jauh melompati melewati negara-negara ASEAN lain seperti Thailand (101) dan Filipina (101)2.
-Menciptakan program rumah murah dengan DP 1 % yang bisa dijangkau oleh kalangan dengan kemampuan ekonomi lemah3.
-Membawa Indonesia untuk pertama kalinya mencatatkan surplus perdagangan terbesar sepanjang 5 tahun terakhir (2016), dan sebagian besarnya di luar sektor migas. Dengan surplus perdagangan yang tinggi, Pemerintah memiliki peluang lebih besar dalam membangun kesejahteraan bagi rakyat4.
-Sebagai komitmen terhadap ketahanan pangan dan swasembada nasional, dibawah kepemimpinan Jokowi, Indonesia tidak pernah tercatat melakukan impor beras. Langkah tersebut didorong juga dengan perluasan lahan bagi persawahan yang pada 2016 tercatat mencapai 200.000 hektar5.
-Menghindari pembangunan infrastruktur yang terkonsentrasi di Pulau Jawa guna melaksanakan amanat pemerataan pembanguna ekonomi di Indonesia6.
Deretan prestasi tersebut masih bisa bertambah panjang jika ditambah dengan pencapaian personalnya seperti menjadi Presiden dengan rapor terbaik se Asia-Australia7, dan menjadi tokoh Islam paling berpengaruh no 13 di dunia8.
Akan tetapi, dibalik seluruh kegemilangan pemerintahan dan kesederhanaan personalitasnya, penulis melihat bahwa hal yang paling fundamental dari Jokowi Widodo adalah keberaniannya menggaungkan kembali spirit Revolusi Mental, sebuah ikhtiar kolektif secara nasional yang seperti hilang ditelan bumi dalam kurun waktu yang cukup lama.
Gagasan Revolusi Mental memang tidak bisa dilepaskan dari pencetus sekaligus pengonsep awalnya yaitu Bung Karno. Saat itu Bung Karno maju ke muka lewat gagasan Revolusi Mental di tengah kondisi bangsanya yang tengah dihinggapi kemelorotan, diserang oleh penetrasi individualisme Barat, juga penyelewengan-penyelewengan ekonomi-politik yang dipicu oleh penyakit mental rendah diri dan tidak percaya diri dengan kemampuan sendiri. Puncaknya, dalam sebuah pidato peringatan kemerdekaan Republik Indonesia (1957).
Bung Karno menekankan “Bahwa membangun suatu negara, membangun ekonomi, membangun teknik, membangun pertahanan, adalah pertama-tama dan pada tahap utamanya membangun jiwa bangsa” keahlian saja tanpa dilandaskan pada jiwa yang besar tidak akan dapat mungkin akan mencapai tujuannya.
Esensi utama dari gagasan Revolusi Mental Bung Karno terletak pada kehendak untuk merombak cara berfikir, cara bekerja dengan terlebih dahulu menanamkan rasa percaya atas kemampuan dan diri sendiri. Menanamkan optimisme serta menekankan daya kreativitas dalam menghadapi halang rintang kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Agen Bola Online
Hari ini, gagasan Revolusi Mental terasa semakin relevan untuk menanggulangi problem-problem pokok kebangsaan. Kita semua diingatkan oleh Yudi Latif bahwa mentalitas merupakan prasyarat mutlak bagi perwujudan karakter yang bisa membuat bangsa berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia adalah sebuah bangsa yang besar dengan anugerah Sumber Daya Alam (SDA) dan bonus demografi yang luar biasa, namun prestasinya tidak akan pernah melangkah jauh jika rakyatnya sendiri masih memiliki mental yang koruptif, resisten terhadap perbedaan, mengusung egosentrisme kedaerahan, lebih mencintai produk-produk impor dan terutama sekali masih mengidap penyakit yang oleh Bung Karno disebut minderwaardigheid-complex atau penyakit rendah diri.
Oleh karenanya, Presiden Jokowi membuat keputusan yang tepat dengan kembali menggelorakan gerakan Revolusi Mental di tengah kegundahan rakyat Indonesia menghadapi hari depan berbangsa dan bernegara. Bangsa Indonesia diajak untuk meninggalkan hal-hal buruk dari hari kemarin (reject yesterday) yang tidak sesuai dengan semangat dan tuntutan zaman.
Dengan Revolusi Mental Bangsa Indonesia diharapkan mampu membangun budaya yang jujur, bekerja keras, toleran, berintegritas dan bergotong royong. Guna menunjukan keseriusannya, Jokowi secara khusus membangun Kementrian “Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia” yang diberikan tugas memelopori gerakan nasional Revolusi Mental.
Setiap revolusi bisa berlangsung cepat atau lambat, namun yang paling esensial dari revolusi bukanlah pada aspek teknis kecepatannya, melainkan pada unsur kebaruan yang ditimbulkannya (newness) . Premis tersebut bisa kita gunakan dalam mengukur sejauh mana Revolusi Mental mampu bekerja merubah fondasi mentalitas Bangsa Indonesia.
Harus diakui bahwa Revolusi Mental tidak serta merta membawa Indonesia pada deretan tertinggi daftar negara-negara paling maju di dunia, tidak juga membuat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia melambung tinggi melewati negar-negara seperti Amerika dan Tiongkok. Namun lihat bagaimana gerakan ini membawa perubahan-perubahan yang signifikan di tengah-tengah masyarakat, diantaranya :
-Revolusi Mental membawa masyarakat bergerak dari paternalisme negara yang membuat rakyatnya menjadi sangat tergantung. Lantas kemudian menuntun dari budaya warga negara yang pasif menjadi budaya warga negara yang aktif dalam membuat keputusan, yang melaksanakan sekaligus mengontrol . Fenomena dukungan terhadap KPK menjadi pemandangan nyata dimana masyarakat menunjukan gerakan yang aktif dalam mengontrol kinerja lembaga-lembaga negara9.
-Revolusi Mental telah berhasil mencetak kisah pejabat-pejabat yang dekat dengan rakyat, yang mau melunturkan atribut-atribut feodalitas yang biasanya membuat mereka berjarak dengan rakyat. Semakin banyak pejabat bermenental seperti ini akan membuat relasi negara dan rakyat tidak lagi menjadi kaku, menjadikan rakyat sebagai subjek dari semua pembangunan.
-Selama bertahun-tahun sektor pelayanan publik di Indonesia berada dalam taraf yang memprihatinkan, sektor tersebut disinyalir sebagai wahana yang kondusif bagi tindakan-tindakan korupsi. Semenjak gerakan nasional revolusi mental digulirkan, sektor ini perlahan melepaskan image koruptifnya, sebuah lembaga independen merilis hasil survei bahwa publik melihat perbaikan yang signifikan dari kinerja biorokrasi dalam sektor pelayanan publik10.
Dhanil Dhakidae (2008) mengingatkan kita semua bahwa bangsa tetaplah merupakan sebuah Entwurf (proyeksi), dalam bahasa manajemen modern bangsa merupakan proyek untuk dikerjakan sehingga bangsa menjadi suatu proyeksi kedepan sekaligus ke belakang. Karena itu tidak pernah bisa dikatakan suatu bangsa “lahir”, namun bangsa itu “hadir” dalam proses “formasi” sebagai sebuah “historical being”.
Di masa lalu, proyek mencipta dan mengelola bangsa ini telah dieksekusi dengan baik oleh Bung Karno, Bung Hatta dan seluruh komponen kebangsaan yang lain. Di hari ini, proyek tersebut sedang kita kerjakan bersama dengan dipimpin oleh Joko Widodo sebagai orkestrator utama. Program-program luar biasa yang digagas oleh Jokowi termasuk Revolusi Mental akan hilang ditelan mulut sang waktu jika tidak dihayati dan dikerjakan bersama oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Oleh karenanya partisipasi rakyat menjadi hal yang luar biasa penting agar cita-cita tulus dan kerja-kerja Mr.President untuk menunaikan ikrar bersama kemerdekaan Republik Indonesia, yakni bahagia bersama-sama mental-material-spiritual seluruh elemen Bangsa tanpa terkecuali bisa segera bertemu dengan kenyataan. Bandar Casino Terpercaya

Tidak ada komentar