Jokowi Tingkatkan Daya Saing Infrastuktur Indonesia Sebanyak 2 Peringkat
Jokowi Tingkatkan Daya Saing Infrastuktur Indonesia Sebanyak 2 Peringkat - Seperti yang kita ketahui, salah satu keunggulan dari pemerintahan Jokowi adalah gencarnya pembangunan infrastruktur secara masif dan menyebar di beberapa wilayah Indonesia, bukan hanya terpusat di Pulau Jawa saja, melainkan di pulau-pulau lainnya hingga Papua. Bahkan, Papua yang dulunya dianggap pulau paling terbelakang dan seringkali dianggap sebagai anak tiri yang telantar, telah menemukan seorang ayah yang baik, yaitu Pak Jokowi. Dari sekian banyak program untuk Papua, salah satu yang mentereng adalah pembangunan jalan Trans Papua.
Salah satu yang sedang hits dan ramai diperbincangkan netizen adalah jalan tol seksi III Bawen-Salatiga, bagian dari total 4 seksi tol Semarang-Solo yang memiliki pemandangan yang sangat indah. Keindahan gerbang tol dengan latar belakang Gunung Merbabu menjadikannnya viral dan beberapa orang bahkan menyamakan keindahannya mirip seperti di Swiss, Eropa. Situs Resmi Sbobet
Manajer Operasional PT Trans Marga Jateng (TMJ), Fauzi Abdul Rahman mengatakan, latar belakang pemandangan gerbang Tol Salatiga memang bagus dengan adanya Gunung Merbabu. Jalan tol Semarang-Solo dibangun dengan kondisi lingkungannya yang masih asri. Di beberapa lokasi bisa dijumpai sawah, lembah, dan pegunungan, sehingga disebut pula dengan panoramic tol road.
Jalan tol ini hanya secuil dari pembangunan infrastruktur yang dicanangkan pemerintahan Jokowi, sekaligus menepis beberapa pihak yang protes mengapa utang negara ini kian meningkat. Kecuali bagi mereka yang memang kontra dengan pemerintah apa pun yag terjadi, seharusnya ada alasan mengapa pemerintah gencar membangun sana-sini. Utang yang besar ditunjukkan oleh Jokowi dengan tampaknya hasil pembangunan infrastruktur di mana-mana.
Banyak yang sungguh tidak paham tujuan dari utang itu sendiri. Banyak orang berpikir pemerintah berutang buat foya-foya dan digunakab untuk kepentingan sendiri. Hasil pembangunan infrastruktur adalah bukti jelasnya. Jika utang digunakan dengan tepat dan efektif, maka hasilnya bisa dirasakan di kemudian hari, jangka panjang. Masalahnya banyak yang masih berpikiran pendek, hanya berpikir jangka pendeknya saja, padahal efek dari infrastruktur baru akan dirasakan dalam jangka menengah dan panjang. Mereka terlalu terbiasa berpola pikir instan, maunya langsung menampakkan hasil esok hari, tanpa mengerti apa itu sebuah proses.
Utang juga sebuah hal yang lumrah jika digunakan tepat sasaran. Sama seperti bisnis, kebanyakan juga utang ke bank dalam hal seperti pinjaman untuk membuka bisnis baru atau ekspansi bisnis ke skala yang lebih besar. Jika digunakan dengan tepat, makan hasilnya akan sangat memuaskan. Inilah yang menurut saya sedang digalakkan Jokowi. Apa yang dilakukan sekarang mungkin terasa pahit, tapi ini demi masa depan, buah manisnya baru akan terasa beberapa waktu kemudian. Infrastruktur pada dasarnya bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat konektivitas, terutama dalam hal transportasi dan yang terpenting logistik. Infrastruktur yang baik mampu meningkatkan daya saing bangsa. Itulah alasan Jokowi giat membangun, tidak seperti pemerintahan sebelumnya yang dielu-elukan karena utang yang sedikit, tapi pembangunannya di mana? Sama saja bukan? Justru banyak yang menilai pembangunan di era Jokowi yang belum genap 5 tahun saja sudah melewati pembangunan 10 tahun pemerintah dulu. Agen Bola Online
Jika ingin melihat efek instannya, pembangunan infrastruktur nasional yang gencar dilakukan Pemerintahan Jokowi, The Global Competitiveness Report 2016-2017 yang dikeluarkan oleh World Economic Forum menunjukkan daya saing infrastruktur Indonesia berada di peringkat 60, naik dua peringkat dari data tahun 2015-2016. Peningkatan ini menunjukkan hasil yang menggembirakan, tapi masih banyak yang perlu dibenahi karena Indonesia masih tertinggal di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Sudah dari dulu, negara kita tertinggal dari tiga negara tersebut dalam banyak hal. Apalagi dengan Singapura, mungkin butuh usaha ekstra keras dan waktu yang lebih lama untuk menyalip negara kecil ini. Tapi bukan berarti tidak mungkin, karena pemerintah sekarang sudah mulai berbenah, sudah mulai menancapkan pondasi kuat atau sedang maju ke arah yang benar, tinggal menunggu saat yang tepat untuk berlari kencang mengejar ketertinggalan dari negara lain.
Lantas mengapa pembangunan infrastruktur sangat penting? Menurut Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yusid Toyib, infrastruktur merupakan salah satu faktor penentu tingkat daya saing nasional itu sendiri. Infrastruktur yang terintegrasi dan berkualitas akan menunjang aspek konektivitas yang memudahkan pergerakan barang, jasa, dan manusia, serta berdampak pada efisiensi biaya transportasi dan logistik. Daya saing akan mengantar kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri, menghasilkan devisa melalui ekspor barang dan jasa, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan negara dan kesejahteraan rakyat. Dengan daya saing yang semakin meningkat akan turut meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi.
Jadi dengan penjelasan di atas, kita mengetahui mengapa infrastruktur sangat penting. Ini bisa diibaratkan semacam pondasi untuk membangun negara yang lebih kokoh dan menjulang ke atas langit. Tanpa pondasi, pembangunan berkelanjutan takkan menjulang tinggi. Apa yang dilakukan pemerintah saat ini adalah awal sekaligus mengisi kekurangan pada pemerintahan terdahulu, yaitu infrastruktur yang memadai. Pada pemerintahan dulu, pembangunan infrastruktur tidak semasif sekarang, kalau pun ada itu pun kebanyakan hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, istilah kerennya Jawa-sentris. Kalau tidak percaya, silakan cari tahu sendiri perbedaan infrastruktur sebelum dan sesudah dibangun Jokowi, maak kita akan tahu bedanya. Bahkan dulu banyak sekali proyek tak selesai alias mangkrak, dan beberapa di antaranya berhasil diselesaikan Jokowi.
Bagi yang nyinyir, mungkin merasa belum merasakan hasilnya. Seperti yang saya katakan, ini bukan jangka pendek, tapi lebih kepada jangka menengah dan jangka panjang. Sekarang masih tahap slow track, tapi begitu semuanya selesai dan beres, maka Indonesia akan masuk tahap fast track. Negara ini akan mudah melaju dengan kencang karena pondasinya sudah kokoh.
Dan satu lagi, gebrakan yang dilakukan pemerintah, bagi sebagian orang, terkesan tidak lebih baik dari pemerintah dulu. Benarkah? Tapi saya melihatnya dengan sudut lain. Justru pemerintah dulu melakukan gebrakan manis yang membuai masyarakat, namun kurang mendidik. Salah satunya subsidi yang membebani negara. Terlalu lama kita dibuai dengan hal seperti ini tapi sebenarnya membuat pondasi negara ini keropos. Perlu dicatat, saya baru kembali dari Siem Reap, Kamboja (mengunjungi Angkor Wat). Negara yang tidak lebih maju dari Indonesia, dengan sejarah super kelam, harga bensin dan solarnya mencapai hampir setara lebih dari sepuluh ribu, hampir sebelas ribu. Bandingkan sendiri dengan harga bensin dan solar di Indonesia. Jika dalam setahun nilai subsidi 300 triliun Rupiah, maka dalam 10 tahun mencapai anggaran negara 3000 triliun menguap hanya untuk subsidi. Coba bayangkan itu dipakai buat membangun infrastruktur atau dipakai untuk hal lain yang lebih produktif. Itu sangat sangat teramat masif. Bandar Casino Terpercaya


Tidak ada komentar