Indonesia Menjadi Negara Pertama Yang Menggunakan Sistem Pemantauan Kapal Secara Transparan Di Dunia
Indonesia Menjadi Negara Pertama Yang Menggunakan Sistem Pemantauan Kapal Secara Transparan Di Dunia - Berdasarkan informasi yang dipaparkan oleh Global Fishing Watch, Indonesia adalah negara pertama yang mau berbagi informasi tentang Sistem Pemantauan Kapal (Vessel Monitoring System/VMS) secara transparan kepada masyarakat global. Ini adalah terobosan terbaru dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memberantas aktivitas Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing di perairan Indonesia dan negara lain secara efektif.
Dalam peresmian kebijakan Sistem Pemantauan Kapal ini, pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Menteri Susi Pudjiastuti bekerja sama dengan Google, Oceana dan SkyTruth. Dengan adanya kerja sama ini Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong kebijakan penegakan hukum secara global guna membebaskan perairan Indonesia dari praktek penangkapan ikan secara ilegal. Situs Resmi Sbobet
Perlu diketahui bahwa sebelumnya tidak pernah ada negara yang mau berbagi data Sistem Pemantauan Kapal kepada publik, kemungkinan hal itu dilakukan karena masih banyak negara yang ingin melindungi nelayannya dari pantauan penegak hukum negara lain saat melakukan aksi penangkapan ikan secara ilegal. Namun di bawah kepemimpinan Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti, Indonesia berani melakukan hal itu.
Pemerintah Indonesia menyediakan informasi rahasia dan terperinci tentang kapal penangkap ikan untuk dipajang di platform pemetaan data milik Global Fishing Watch dan semua masyarakat global bisa mengaksesnya dengan gratis. Jika ingin mencoba untuk mengaksesnya silahkan kunjungi link berikut http://globalfishingwatch.org/map/workspace/indonesia-public-workspace-v6
Menteri Susi telah meminta semua negara lain untuk mengikuti jejaknya, dan Peru adalah satu-satunya negara yang telah berjanji untuk bergabung dengannya dalam mempercepat jalan menuju peningkatan transparansi armada penangkapan ikan global. Dalam era transparansi saat ini, kebijakan Sistem Pemantauan Kapal secara global sungguh merupakan terobosan yang luar biasa dan patut ditiru oleh negara – negara yang lain di dunia.
Maraknya penangkapan ikan secara ilegal yang terjadi dalam beberapa tahun yang lalu telah merusak sistem keseimbangan ekosistem laut dan mengancam berkurangnya spesies ikan secara besar-besaran, selain itu pencurian ikan yang dilakukan oleh nelayan lain di perairan Indonesia jika terus dibiarkan hal ini juga jelas melanggar undang-undang dan kedaulatan sebuah negara terhadap kekayaan lautnya.
Dalam Global Fishing Watch ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan membuka data kapal-kapal perikanan yang beroperasi di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP), termasuk pergerakan kapal yang terekam Sistem Pemantauan Kapal. Menurut Susi Pudjiastuti, sudah saatnya semua orang bisa mengakses keberadaan ikan untuk dikonsumsi sebagai sumber kehidupan. Tapi beliau juga mengingatkan bahwa masing-masing negara juga harus menghormati kedaulatan negara lain. Agen Bola Online
Platform Global Fishing Watch yang digunakan untuk kepentingan pengawasan Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah data real time. Sementara untuk feeding data VMS di internal Kementerian Kelautan dan Perikanan akan disegerakan dengan hasil yang lengkap mencakup semua data VMS di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan. Jadi kedepannya semua kapal yang berada di perairan Indonesia akan selalu diawasi pergerakannya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, sehingga semua aktivitas pencurian ikan bisa diminimalisir.
Perlu kita ketahui bahwa keseriusan Menteri Susi Pudjiastuti dalam mendukung kebijakan Sistem Pemantauan Kapal ini bisa kita lihat dengan telah diterbitkannya peraturan bahwa Indonesia mewajibkan pemasangan VMS pada kapal penangkap ikan yang memiliki berat melebihi kapasitas 30 Gross Ton yang memiliki izin untuk memancing di perairan Indonesia.
Sebelumnya Global Fishing Watch berencana hanya akan mengidentifikasi dan mengawasi dari sebagian besar kapal nelayan komersial berukuran industri yang memiliki kapasitas melebihi 100 Gross Ton, namum karena ada penambahan data VMS yang telah ditetapkan pemerintah Indonesia sehingga Global Fishing Watch harus menambahkan lapisan baru ke dalam kapasitas pemantauannya dan membuat hampir 5.000 kapal nelayan yang sebelumnya tidak terlihat oleh publik menjadi dapat dilihat pada peta panas Perikanan Global.
Aktivitas penangkapan ikan sebagaian besar terjadi di lautan lepas dan tidak terlihat, sehingga semua upaya pemantauan dan penegakan hukum mengalami kebuntuan. Hal tersebut terjadi karena kurangnya transparansi yang menyebabkan banyak kasus penangkapan ikan secara ilegal menjadi terus terjadi, hal tersebut juga akan mengancam kerentanan ekosistem laut dan secara tidak langsung akan mempengaruhi ekonomi global sebuah negara.
Bersama dengan Indonesia dan komitmen dari Peru, Global Fishing Watch akan membangun standar baru untuk transparansi di industri perikanan dan berharap semua negara mau untuk membagikan data VMS miliknya secara terbuka kepada dunia. Ketika semua masyarakat publik dapat melihat dimana penangkapan ikan terjadi, maka hal ini akan menimbulkan tekanan internasional dari masyarakat publik dan negara-negara lain untuk mendorong kebijakan yang lebih baik, menginformasikan pengelolaan berkelanjutan dan menciptakan insentif untuk menerapkan peraturan dan pengelolaan yang lebih baik lagi.
Sebagai informasi bahwa Global Fishing Watch merupakan konsorsium yang terdiri dari Google Earth Outreach, Sky Truth, dan Oceana yang menyediakan perangkat visualisasi aktivitas pergerakan kapal global berbasis Automatic Identification System (AIS). Dengan menggabungkan data Sistem Pemantauan Kapal (VMS) dan AIS maka visualiasi pergerakan kapal penangkapan ikan di Indonesia bisa dilihat di Google Earth dan Google Maps. Bandar Casino Terpercaya
AIS dirancang sebagai platform keamanan bagi kapal agar terhindar dari tabrakan di laut. Sistem itu menampilkan secara cukup akurat antara lain identitas kapal, lokasi, kecepatan, hingga arah tujuan kapal. Sistem Pemantauan Kapal (VMS) selama ini menjadi sistem pemantauan yang diwajibkan pemerintah kepada perusahaan penangkapan ikan komersial. Dalam sistem Global Fishing Watch, data-data Sistem Pemantauan Kapal (VMS) terhubung secara komputasi awan (cloud computation).

Tidak ada komentar