Header Ads

Terlihat Seperti Daya Jual Beli Menurun Di Pasar, Akan Tetapi Daya Jual Beli Secara Online Meningkat

Terlihat Seperti Daya Jual Beli Menurun Di Pasar, Akan Tetapi Daya Jual Beli Secara Online Meningkat - Belakangan ini terjadi perdebatan serius yang berhubungan dengan daya beli masyarakat Indonesia yang katanya menurun, khususnya di segmen ritel, dan khususnya lagi pada kelompok barang dagangan dengan klasifikasi sekunder dan tersier.



Kepala BPKM, Thomas Lembong pun sempat mengatakan jika hal ini merupakan sebuah misteri, dimana daya beli masyarakat menurun pada segmen ritel tetapi PPN malah menunjukan peningkatan. Padahal kalau kita mau melihat lebih dalam lagi dan mencermatinya, hal ini bukanlah misteri. Agen Sbobet Online

Setiap saat pasti terjadi perubahan di dunia dan isinya. Perubahan besar di abad ini adalah ketika ditemukannya internet. Pada tahun-tahun awal ditemukannya internet masih belum terlihat jelas apakah sisi positif dan sisi negatif dari sesuatu yang disebut dengan internet.

Sembilan belas tahun lalu atau pada awal-awal reformasi terjadi di Indonesia, handphone masih merupakan hal yang langka dan jarang dimiliki oleh setiap orang. Akan tetapi setelah tahun 2005 sampai dengan sekarang, handphone merupakan salah satu kebutuhan primer untuk sebagian orang, khususnya pengusaha, birokrat, mahsiswa, buruh dan kelompok masyarakat lainnya.

Melalui perangkat elektronik pemdukung inilah, internet yang dulu tidak signifikan dalam mempengaruhi perubahan di dunia, tapi sekarang menjadi sangat signifikan seperti saat ini. Contohnya, kalau dulu kita ingin mengetahui berita-berita terbaru, biasanya kita hanya membaca koran dan melihat televisi, akan tetapi setelah internet tercipta dan perkembangan perangkat elektronik penunjang internet semakin pesat, kita tinggal buka handphone lalu terserah mau mencari informasi melalui media apa saja, bisa youtube, bisa website, bisa juga melalui media sosial, dan media-media berbasis internet yang lain.

Melihat perkembangan internet khususnya media sosial yang semakin pesat dimana hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat berperan dalam perubahan perekonomian di dunia saat ini, maka sudah sepantasnya kita juga harus mengikuti perkembangan tersebut agar tidak kehilangan peluang dan bisa memprediksi kedepannya perekonomian akan mengarah kemana.

Apa yang dibicarakan selama ini tentang isu jika daya beli masyarakat khususnya pada segmen ritel turun sebetulnya tidak seratus persen benar. Karena kalau kita cermati lebih dalam, sebenarnya bukan daya beli masyarakatnya yang menurun, akan tetapi baru terjadi perpindahan pola jual beli secara besar-besaran di Indonesia.

Daya beli masyarakatnya tetap stabil dan bahkan sedikit meningkat, akan tetapi pola jual belinya yang berubah. Perubahan ini didukung dan disebabkan oleh beberapa faktor, dan faktor terbesar pendukung dan penyebab perubahan pola jual beli ini adalah terletak pada sistem jual beli online. Online disini merupakan media tertentu berbasis internet yang digunakan oleh masyarakat untuk melakukan penawaran produk dan melakukan jual beli, contohnya adalah media sosial seperti facebook, instagram, website, dan aplikasi-aplikasi jual beli online.

Ditambah lagi sekarang sudah banyak bermunculan perusahan jasa pengiriman barang yang sudah banyak tersebar cabangnya sampai ke seluruh pelosok Indonesia yang memudahkan dan membantu transaksi jual beli antara pedagang atau produsen dengan pembeli. Ini dibuktikan dengan peningkatan jumlah paket kiriman yang relatif meningkat setiap bulannya dan frekwensi transaksi yang signifikan di rekening-rekening bank. Agen Bola Online

Jadi dengan kata lain atau analoginya, jika misalkan di Aceh ada produsen alat rumah tungga, untuk menjual barang dagangannya mereka tidak perlu lagi untuk membawa ke pasar tradisional atau supermarket konvensional, tetapi mereka tinggal mempostingnya di media sosial pribadi mereka atau bisa juga mempostingnya di aplikasi jual beli online lainnya.

Jual beli dengan sistem online sebenarnya sangat menguntungkan para produsen atau penjual dan para pembeli, karena mereka bebas menentukan harga barang mereka sesuai dengan kualitas dan permintaan pasar, sehingga keuntungan bagi produsen atau penjual bisa lebih besar jika mereka menjualnya sendiri tanpa harus melalui middle man atau perantara seperti yang sudah terjadi selama ini, dan pembeli pun bebas menentukan barang apa yang akan mereka beli sesuai spesifikasi dan harga yang mereka inginkan, tanpa harus terpatok pada spesifikasi barang dan harga dari p

ara middle man atau perantara.

Hal inilah yang sebenarnya mempengaruhi para pelaku usaha ritel yang kerap kali mengatakan bahwa daya beli masyarakat menurun, tetapi sebenarnya daya beli masyarakat tidaklah menurun, hanya pola jual belinya saja yang berubah, dari konvensional ke online, dan para pelaku usaha ritel konvensional inilah yang sebenarnya tidak siap mengalami perubahan. Seperti dulu contohnya adalah ketika ada ribut-ribut antara jasa transportasi konvensional dan jasa transportasi online, dimana ujung-ujungnya jasa transportasi online menjadi primadona karena lebih mudah untuk diakses.

Kesigapan dan kecermatan dalam melihat prospek dunia usaha harus selalu dikembangkan oleh setiap pengusaha, khususnya para pengusaha ritel, karena bagaimanapun juga, pembeli akan terus beralih pada hal yang lebih mudah dan murah daripada bertahan pada hal yang lebih sulit dan mahal.

Tuntutan mengikuti perubahan pola jual beli dari konvensional ke online inilah yang harus segera ditindak lanjuti oleh para pengusaha ritel konvensional jika masih ingin bertahan dan berkembang dalam dunia usaha, melalui berbagai implementasi yang nyata dan kongkrit, saya yakin dunia usaha khususnya ritel konvensional akan bisa menanggulangi masalah itu, inovasi dan kreatifitas adalah kuncinya, karena bagaimanapun juga para pengusaha ritel konvensional inilah pemegang modal besar dalam dunia usaha tersebut, disamping juga menyerap banyak tenaga kerja.

Dan untuk pemerintah, saya menganjurkan agar dibentuk suatu unit kerja presiden atau staff ahli khusus untuk melihat, mengatasi dan merumuskan tentang perubahan pola jual beli dari konvensional ke online ini. Karena dengan berjalannya waktu, bisnis atau jual beli online akan tetap menjadi primadona bagi setiap pembeli, karena lebih fleksibel dan mudah. Disamping itu, mayoritas produsen atau penjual online juga akan bisa menyerap banyak tenaga kerja sehingga bisa ikut memberikan andil untuk meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat Indonesia. Bandar Casino Terpercaya

Dan untuk PPN yang meningkat, sebetulnya hal ini belumlah optimal jika dilihat dari asal PPN itu dipungut, karena PPN untuk jual beli online biasanya dipungut dari aplikasi-aplikasi jual beli online yang ada di Indonesia, dan belum menyentuh pada individu-individu yang menjual dan membeli produk secara online menggunakan media sosial pribadi meraka. Harus ada regulasi untuk hal ini, selain untuk melindungi penjual dan pembeli dari selisih paham, juga dapat berperan dan bermanfaat untuk pemerintah sebagai sumber dana kas negara dari sektor pajak.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.