Sandiago Dukung Djarot Untuk Relokasi Warga Bukit Duri
Sandiago Dukung Djarot Untuk Relokasi Warga Bukit Duri - Ini terkait dengan masalah relokasi atau istilah kelompok sebelah yaitu penggusuran. Masih ingat bagaimana reaksi dan pendapat pasangan Anies-Sandi soal penggusuran? Sudah jelas ya, kalau mereka lebih memilih menolak penggusuran dengan berbagai istilah seperti melukis, membangun tanpa menggusur, dan lainnya. Agen Bola Online
Tapi anehnya sekarang kok jadi berubah ya? Terutama statement Sandiaga Uno terkait penggusuran warga Bukit Duri. Baru-baru ini pemprov DKI kembali menertibkan kawasan yang berada di pinggir Kali Ciliwung, Bukit Duri pada Selasa kemarin. Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta, Sandiaga Uno mendukung langkah Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Djarot untuk menertibkan kawasan Bukit Duri. Ia mengaku harus ada solusi tepat yang diberikan kepada para warga usai penertiban.
“Bukit Duri ini lokasinya memang sudah berulang kali disosialisasikan. Pokoknya kita dukung langkah Pak Djarot dan jajarannya,” kata Sandiaga. “(Asalkan) selama ada solusi kepada warga tentang masalah pendidikannya, lapangan kerjanya. Itu yang harus dipikirkan untuk dibantu dalam proses ini.”
Bagaimana pendapat Anda? Lucu atau gemes? Sungguh aneh rasanya karena kalau tidak salah saya tak pernah mendengar statement seperti ini pada waktu masa kampanye pilkada. Lebih sering terjadi cekcok opini yang berseberangan. Tapi sekarang, tak ada angin, tak ada hujan, semuanya berubah. Sandiaga berubah mendukung kebijakan ini. Ada apa ini? Bukan bermaksud membuat teori konspirasi aneh bin konyol, tapi kenyataannya memang begitu, kan? Saya kan hanya penasaran, dulu menolak sekarang kok mendukung.
Di masa kampanye, Bukit Duri salah satu lokasi kampanye pasangan Anies-Sandi. Warga di Bukit Duri protes keras atas langkah Ahok menggusur mereka karena proyek normalisasi yang dilakukan Pemprov DKI. Hal itu kemudian memberikan perhatian tersendiri buat Anies-Sandi.
Anies yang menemui warga usai kemenangannya di Pilkada mengatakan, Bukit Duri adalah tempat bersejarah yang sebelumnya dijanjikan tidak digusur tapi yang terjadi sebaliknya. Setelah resmi menjabat, Anies berjanji tak mengulang sikap pemerintah sebelumnya. Agen Sbobet Online
“Jangan ulangi komitmen telah dilaksanakan, kalaupun ada pergeseran-pergeseran, datanglah, bicara lah, sampaikan lah. Gubernurnya sendiri harus ngomong ke rakyatnya,” sambung Anies. Ragam janji manis Anies dan Sandiaga terekam jelas dalam ingatan warga Bukit Duri. Mereka berharap janji itu bukan cuma ‘jualan’ untuk menang di pilkada.
Okelah kita katakan tak ada penjelasan mengenai apakah dia menolak penggusuran, tapi dari sini sudah cukup jelas kalau masalah penggusuran Bukit Duri menjadi perhatiannya. Dan bedanya sekarang mereka tak bersuara sedikit pun. Sudah jelas? Mungkin kita bisa tanyakan ini pada Anies-Sandi kenapa statementnya menjadi beda antara dulu dan sekarang.
Di media lain diberitakan bahwa warga menanti janji pasangan Gubernur Terpilih Anies-Sandi yang disampaikan semasa kampanye. “Janjinya mau rusunami, jadi hak milik. Kalau Anies jadi gubernur kan dijanjiin hak milik. Kalau Ahok kan nyewa, pada nggak mau. Makanya kemarin sebagian besar milih Anies. Kami nunggu program Anies. Mudah-mudahan benar. Kalau janji-janji doang, ya nggak tahu deh,” kata salah seorang warga.
Yakinkah bisa terwujud? Bukannya pesimis atau skeptis, saya rasa sudah entah berapa kali pasangan ini sering berbeda dan berubah arah kebijakan programnya seiring berjalannya waktu. Sebentar begini, besoknya jadi begitu, seperti cuaca yang berubah dengan cepat. Saya merasa sepertinya mereka tidak memiliki program dengan pondasi yang kuat. Maunya mendukung mereka supaya Jakarta lebih baik, tapi mendengar ucapan mereka, bingung mau komentar apa.
Saya bisa saja meneruskan berbagai analisis lebih keras lagi, dari sisi politik, tapi sudahlah nanti malah dikira menuduh. Untuk siapa pun yang jelas janganlah menggunakan sikap menjadi pahlawan pas ada maunya. Pada ada maunya, semua di-oke-kan, semua dibisakan, apa-apa digampangkan. Dan sesudah itu, semuanya berubah. Pura-pura tak tahu. Jangan karena pilkada, apa pun dilakukan dan dikorbankan demi meraih ambisi. Bandar Casino Terpercaya
Kalau begini caranya, beban berat akan terasa makin berat. Yang kasihan juga rakyat yang termakan janji manis, kasihan Jakarta yang tidak maju-maju, kalah dengan perkembangan ibukota negara tetangga. Malu lah, Hanoi di Vietnam saja sekarang hampir menyalip Jakarta. Bangkok yang katanya same same but different saja jauh melampaui Jakarta. Belum lagi Singapore, jauh bro.

Tidak ada komentar