Pengalaman Yang Tak Menyenangkan Di Tol Cikampek
Pengalaman Yang Tak Menyenangkan Di Tol Cikampek - Maafkan penulis yang sudah lama tidak berkarya dikarenakan kesibukan yang sedang mendera. Pada hari ini, penulis ingin membagikan pengalaman ‘horor’ yang dialami kemarin.
Pada hari Rabu, penulis pulang ke Bandung karena akan memperpanjang SIM dan beberapa urusan lainnya. Biasanya, penulis selalu menggunakan armada kereta api untuk bepergian dari Jakarta – Bandung dan sebaliknya. Namun, pada hari Rabu kemarin, penulis malah memilih menggunakan travel dengan bayangan waktu tiba yang lebih cepat apabila dalam keadaan normal. Agen Sbobet Online
Apabila menggunakan kereta api, biasanya akan memakan waktu 3 jam lebih hingga tiga setengah jam tergantung dari jumlah berhenti kereta di stasiun tertentu. Sedangkan apabila menggunakan travel kita dapat menempuh waktu antara dua hingga dua setengah jam, apabila keadaan jalan normal tanpa kemacetan yang berarti.
Sayangnya, saat tiba di pool travel yang dituju, penulis sudah memiliki firasat yang kurang enak. Hal ini disebabkan oleh staff admin yang mempertanyakan jam pemesanan saya. Padahal sudah jelas saya katakan saya memesan keberangkatan pukul setengah enam, tetapi dia malah membuat saya ragu dan mengatakan pukul setengah lima. Akhirnya, setelah melalui kebingungan dan beberapa pertanyaan, saya mengerti maksudnya.
Staff admin tersebut menyarankan agar saya ikut pemberangkatan pukul setengah lima saja. Masih sedikit bingung, saya beberapa kali melihat layar handphone yang sudah menunjukkan pukul lima lebih sekian… Saya pikir, apa saya salah masuk tempat syuting Back to the Future V atau bagaimana ya? Sambil celingak-celinguk mencari Dr. Emmet atau Marty. Hahaha…
Ternyata, yang dimaksud oleh staff tersebut, mobil yang untuk keberangkatan pukul setengah lima itu belum tiba di sana. (Hadeuh) Mulai khawatir, karena ternyata tidak ada Dr. Emmet dan Marty nya L
Karena saya suka berpikir positif, akhirnya saya hanya menduga, mungkin kemacetannya hanya terjadi di tol dalam kota saja. Sayapun tetap membayar tiket untuk keberangkatan yang dimajukan tadi dan duduk di kursi tunggu penumpang.
Tidak berselang lama, mobil yang dinanti pun tiba. Akhirnya para penumpang naik dan kamipun berangkat. Saat menuju jalan tol dalam kota sudah terlihat arus kendaraan yang mulai padat, tapi masih terlihat normal. Setelah masuk ke dalam jalan tol, kisah hororpun dimulai. Jalan tol yang berbayar itu mulai macet dan berhenti setelah melewati Semanggi. Mobilpun hanya mampu mencapai Kuningan setelah satu jam berjalan dari arah Semanggi tersebut.
Di saat mobil hanya mampu mencapai Cawang setelah dua jam berjibaku dengan kemacetan, akhirnya saya tersadar bahwa saya telah melakukan pilihan yang sangat salah 🙁 tapi apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur dan tidak dapat dikembalikan menjadi nasi 🙁 Agen Bola Online
Saya melihat penyempitan jalan yang diakibatkan oleh pembangunan LRT di sisi kiri jalan menjadi salah satu penyumbang kemacetan yang parah tersebut. Di sini ‘horor’ lain dimulai, saya mulai merasa ingin buang air kecil. Keadaan tidak memungkinkan karena apabila menepipun, kami hanya melihat beton atau pembatas proyek 🙁
Saya masih berusaha berpikir positif bahwa kemacetan ini akan terurai setelah melewati Bekasi, karena banyak pekerja yang akan pulang ke sana. Sayangnya, pikiran saya tersebut salah, saat melewati kilometer 15 di mana Bekasi Timur sudah lewat, kemacetan masih panjang, karena masih ada proyek lain yang mempersempit lajur jalan di kanan dan kiri jalan tol.
Sayapun akhirnya meminta supir untuk masuk ke rest area di kilometer 19 untuk ke kamar kecil, sayangnya permintaan tersebut tidak disanggupi oleh supir dikarenakan kemacetan yang masih parah, sehingga akan menyebabkan kendaraan susah keluar dari sana. Dia memberikan pilihan di kilometer 32 yang merupakan rest area kecil.
Sayapun akhirnya berjuang melawan rasa kebelet tersebut dengan segenap kekuatan. Apabila diibaratkan, dari Cawang sampai Bekasi itu sudah di ambang batas wajar. Kemudian masih harus lanjut sampai Cikarang, berarti sudah menyentuh batas – batas manusia super saiya.
Setelah melewati siksaan yang cukup pedih, akhirnya kami tiba di rest area kilometer 32 tersebut. Saat masuk ke wilayah itu, terdapat tulisan toilet gratis seperti rest area di jalan tol pada umumnya. Tetapi, saat menuju toilet sudah terdapat beberapa anak kecil yang memegang uang dua ribuan, ada juga orang dewasa di sekitarnya. Apa mau dikata, inilah Indonesia, peraturan tinggalah peraturan 🙁
Ternyata dari sekian banyak pencapaian dan prestasi dari pemerintahan sekarang, tetap ada efek samping yang ditimbulkan. Memang, kalau kita sedang dalam masa pengobatan, tidak mengenakkan, tetapi saya pernah membaca bahwa BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) akan menyiapkan jurus untuk pembangunan-pembangunan yang terjadi di sepanjang tol Cikampek. Namun, tampaknya tidak berhasil atau belum terlihat hasilnya, karena tol Cikampek tetap macet parah di tengah minggu seperti itu.
Saya tidak dapat membayangkan seperti apa kemacetan saat long weekend atau di setiap akhir pekan. Saya berjanji kepada diri saya sendiri bahwa saya tidak akan menggunakan travel lagi sampai semua pembangunan di sekitar tol Cikampek sudah benar-benar selesai. Bandar Casino Terpercaya

Tidak ada komentar