Pelapor Kasus Kaesang Ternyata Merupakan Seorang Tersangka Pemerasan
Pelapor Kasus Kaesang Ternyata Merupakan Seorang Tersangka Pemerasan - Nama Muhammad Hidayat memang belakangan ramai diperbincangkan. Kepopulerannya meningkat dengan nebeng kepopuleran Kaesang. Jarang ada yang tahu nama Muhammad Hidayat. Banyak yang bertanya-tanya, siapa Muhammad Hidayat itu? Mengapa dia berani melaporkan putra presiden dengan bukti yang sangat dipaksakan? Apa motifnya? Dia melakukan ini atas inisiatif sendiri atau ada dalang dibelakangnya?
Akhirnya rasa penasaran ini perlahan-lahan terobati. Sosok Muhammad Hidayat mulai terungkap dan motif melaporkan Kaesang perlahan-lahan menemui titik terangnya. Berikut fakta-fakta Muhammad Hidayat yang cukup mencengangkan. Agen Sbobet Online
Pertama, Ternyata ini bukan laporan pertama dibuatnya. Tercatat Hidayat sudah 60 lakukan laporan ke polisi. Laporan itu banyak menyasar para pejabat, khususnya berada di Bekasi. Diduga itu dilakukan Hidayat untuk melakukan pemerasan bermodal laporan polisi.
Modus dugaan pemerasan diungkapnya Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto. Menurutnya, Menurut Setyo, kebanyakan laporan dibuat Hidayat menyasar beberapa pejabat Bekasi. Setelah melaporkan, lalu pria tersebut mendatangi pejabat tersebut.
“Riwayatnya ini udah 60. Dia rata-rata melaporkan pejabat di Bekasi, nanti didatengi, bahwa ‘ini saya sudah laporan loh’,” kata Setyo di Mabes Polri, Kamis kemarin.
Melaporkan seseorang ternyata memang sudah menjadi hobi Muhammad Hidayat. Bahkan bisa jadi ini sudah menjadi profesi dia. 60 kali melaporkan orang ke polisi bukan angka yang sedikit. Jika dugaan polisi benar, maka modus melaporkan orang lain sudah jelas, yaitu untuk mendapatkan uang dengan cara memeras.
Di satu sisi, keberaniannya melaporkan para pejabat bekasi itu sangat membantu kepolisian, namun dengan catatan laporannya akurat dan buktinya juga kuat. Namun jika tujuan melaporkan orang dengan modus pemerasan, maka hal ini tidak dapat dibenarkan. Jika Muhammad Hidayat memang hobi memeras pejabat Bekasi, saya menggambarkan bahwa pekerjaan dia kesehariannya adalah mencari-cari aib para pejabat yang kemudian dijadikan bahan untuk membuat laporan ke polisi. Setelah melaporkan para pejabat, maka dia tinggal bermain-main dengan pejabat, apakah laporannya akan dicabut atau diteruskan. Agen Bola Online
Jika memang itu merupakan pekerjaanya, maka sudah dapat dipastikan bahwa pelaporan Kaesang bukan karena Kaesang malakukan kesalahan, namun karena ada motif tertentu. Aneh saja, Kaesang hanya bilang ndeso, untuk goyon, tidak ditujukan untuk dia, eh malah dia yang sewot. Padahal, Kaesang sebelumnya tidak kenal dengan Muhammad Hidayat.
Namun, apakah motif melaporkan Kaesang dimungkinkan untuk tujuan pemerasan? Bisa jadi benar, bisa jadi ada motif yang lain juga. Jika memang bertujuan untuk memeras Jokowi, maka saya kira Muhammad Hidayat telah melakukan hal yang keliru. Pasalnya, Jokowi tidak akan bisa diperas. Jika pun Kaesang bersalah, Jokowi akan tetap menghargai hukum.
Jika ternyata motif pelaporan ini hanya untuk memperburuk citra Jokowi, Muhammad Hidayat juga melakukan hal yang keliru. Setelah Kaesang dilaporkan, dukungan kepada Kaesang terus mengalir. Jika sampai terus diproses, tidak mustahil akan ada aksi membela Kaesang.
Kedua, Hidayat ternyata merupakan tersangka ujaran kebencian. Dia bahkan pernah ditahan dan saat ini ditangguhkan dengan alasan kemanusiaan, namun malah buat gaduh.
“Ditangguhkan karena kemanusiaan, dia sudah tua. Harusnya dia masih ditahan ini. Ini makanya mau diproses lanjut. Dia di luar malah bikin resah seperti itu” ungkap Setyo.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, menyebut Hidayat pernah menuding Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan sebagai provokator pada aksi 411.
Muhammad Hidayat ternyata orang yang tidak tahu diuntung. Sudah mending mendapat penangguhan penahanan, namun malah terus membuat gaduh. Sepertinya orang ini memang ingin hukumannya ditambah. Sayang sekali, di usianya yang sudah tua, tindakannya masih seperti anak kecil. Bandar Casino Terpercaya
Harusnya dia intropeksi diri setelah dijadikan tersangka ujaran kebencian. Harusnya dia bisa belajar dari pengalaman. Bukannya bertaubat, malah kembali membuat kegaduhan. Saya berkesimpulan membuat gaduh dan mencari sensasi sudah menjadi karakter dia. Pasalnya, kalau dia memamng tidak suka membuat gaduh, maka dia akan menyesali perbuatannya setelah resmi dijadikan tersangka.
Melihat rekam jejak sebelumnya, memang dapat disimpulkan bahwa karakter Muhammad Hidayat diantaranya suka membuat gaduh, mencari sensasi, dan ditambah dengan dugaan polisi bahwa dia suka memeras.

Tidak ada komentar