Lepas Kendali !! Niat Senggol Pimpinan Negara, Malah Balik Serang "Tambang Emas"
Lepas Kendali !! Niat Senggol Pimpinan Negara, Malah Balik Serang "Tambang Emas" - Nyinyir adalah sesuatu yang sudah menjadi hobi Fadli Zon. Tiada hari tanpa nyinyir. Namanya sudah menjadi hobi maka apapun akan dijadikan nyinyiran kepada orang-orang yang menjadi lawan politiknya. Agen Bola Online
Orang-orang yang kalah bertarung namun pengecut biasanya tidak mau mengakui kemenangan rivalnya. Di satu sisi, dia tidak mampu melakukan apapun untuk menandingi lawannya selain hanya bisa nyinyir.
Fadli Zon bisa disebut pihak yang kalah karena sampai saat ini belum bisa mempermalukan Jokowi. Sebaliknya, Jokowi justru beberapa kali berhasil memenangkan pertandingan dan membuat Fadli Zon panik.
Penerbitan Perppu Ormas, pembubaran HTI, angka preidential threshold 20 persen bisa dikatakan sebagai kemenangan Jokowi. Fadli Zon yang pengecut hanya bisa walkout. Ini menjadi ciri orang ppengecut yang tidak bisa legowo menerima keputusan rapat paripurna.
Sakit hati dan emosi yang terpendam begitu dalam di hati Fadli Zon terus menumpuk. Fadli butuh sebuah aktivitas untuk sedikit mengurangi tumpukan emosi dan sakit hati kepada Jokowi.
Dirinya tiba-tiba bermetamorfosa menjadi seroang yang pujangga yang begitu romantis. Metamorfosa ini seperti sebuah siklus yang dilakukan oleh Fadli. Sebelumnya, Fadli juga telah membuat puisi romantis berjudul ‘Tukang Gusur’ dan ‘Sang Penista’ yang dipersembahkan untuk Ahok.
Kali ini, luapan emosi dan sakit hati kepada Jokowi telah melahirkan sebuah maha karya dari seorang Fadli Zon. Maha karya tersebut adalah sebuah puisi yang dipersembahkan kepada Jokowi, yang berjudul “Sang Diktator kecil”
Berikut ini puisi Sajak Diktator Kecil karya Fadli Zon:
Sajak Diktator Kecil
ada diktator besar
bicara ideologi dasar
pidato propaganda akbar
narasi bersinar massa berkobar
jiwa bergetar rakyat terbakar
semangat menggebu maju tak gentar
membabat total komprador barbar
tapi diktator besar pun akhirnya pudar
ditelan kuasa pasti bertukar
ada diktator kecil
bicara remeh temeh serba mungil
tuna sejarah berpikir kerdil
pencitraan murah dipoles centil
rakyat ditindas ancaman bedil
ormas ditumpas seperti kutil
ekonomi merangkak labil
utang menjulang tak bisa nyicil
hukum ditabrak makin tak adil
wajah demokrasi berbedak dekil
kodok lincah bagai kancil
lawan politik dianggap kerikil
kedunguan mewabah ganjil
tapi roda zaman berputar stabil
kebenaran pasti kalahkan yang batil
Puisi Fadli sudah hampir pasti ditujukan untuk Jokowi. Meskipun Fadli tidak menyebutkan nama Jokowi, namun saya yakin orang yang membaca puisi tersebut juga pasti akan menilai bahwa yang dimaksud dalam pusi Fadli adalah Jokowi. Agen Sbobet Online
Saya sebenarnya tidak tertarik menanggapi isi puisi Fadli yang berupa pepesan kosong. Namun ada yang mnenarik dari puisi tersebut dimana dalam puisi Fadli ada penyebutan diktator besar. Kira-kira siapa yang dimaksud sebagai diktator besar oleh Fadli? Apakah Suharto? Ternyata Fadli punya nyali juga untuk menyindir Suharto. Padahal, bos besarnya (Prabowo) adalah mantu Suharto. Apa Fadli tidak takut mendapat teguran bos besarnya karena menyindir mertuanya? Hehe
Lucu juga melihat Fadli membuat puisi untuk menyindir Jokowi, namun mertua bos besarnya juga kena sindir. Mudah-mudahan Fadli tidak mendapat teguran dari Prabowo.heee
Jika untuk diktator kecil, saya rasa itu ditujukan ke Jokowi. Herannya, mengapa Fadli pakai membubuhi pakai kata besar dan kecil segala? Padahal, baik besar maupun kecil, yang namanya diktator sama saja. Jadi sepertinya Fadli perlu belajar bikin puisi yang bagus lagi. Apa hanya karena Jokowi kurus sehingga dianggap diktator kecil?hehe
Sejak terus-terusan menjadi pihak yang nyinyir kepada Ahok dan Jokowi, Fadli persis seperti orang-orang yang sedang patah hati tapi belum bisa move on. Rasa sakit hati karena bos besarnya kalah di Pilpres 2014 sampai saat ini masih tertanam kuat di dada.
Seorang yang sakit hati apalagi urusan cinta biasanya tiba-tiba saja bagaikan seorang pujangga yang melahirkan lagu atau puisi romantis. Lagu dan puisi yang diciptakan adalah bentuk luapan emosi dan sakit hati yang terus menumpuk di dada.
Fadli persisi seperti orang yang baru patah hati dan belum bisa move on. Sosok yang membuat Fadli patah hati adalah Jokowi. Siapa yang tidak sakit hati ketika jabatan Presiden yang diharapkan akan menjadi milik bos besarnya, justru berhasil direbut oleh sosok dari desa, kurus, dan secara penampilan tidak meyakinkan. Bosanya yang sudah ngebet banget ingin jadi presiden harus dipecundangi oleh orang desa. Bandar Casino Terpercaya

Tidak ada komentar