Kerja Jokowi Membuahkan Kestabilan Harga BBM Seluruh NRKI
Kerja Jokowi Membuahkan Kestabilan Harga BBM Seluruh NRKI - Kesel juga jika setiap keberhasilan Presiden Jokowi ditanggapi sinis oleh para haternya. Ada saja alasan yang dibuat untuk mengungkapkan kalau pencapaian yang sudah dilakukan Jokowi bukan murni hasil jerih-payah Jokowi. Pernyataan-pernyataan itu tentu saja menjengkelkan. Bahkan, sekelas Wakil Ketua DPR-RI seperti Fadli Zon pun kerap kali mengungkapkan kalau yang dilakukan oleh Jokowi hanya pencitraan saja.
Meski rasa kesal sering kali singgah, bukan berarti pekerjaan harus terhenti. Biarkan anjing mengonggong, kafilah berlalu. Masa bodoh pada mau bilang apa. Yang penting pembangunan harus jalan, tidak boleh ada lagi yang mangkrak. Biarkan masyarakat yang menilai. Akhirnya, ada suatu kesimpulan, nyinyir tanda tak mampu. Agen Sbobet Online
Oke, dari pada ngomongin yang selalu nyinyir, mari ungkap kembali keberhasilan Presiden Jokowi yang sering dibilang Ndeso ini. Dari sekian banyak keberhasilan Jokowi, ada satu yang sulit untuk diklaim pihak manapun kalau keberhasilan itu bukan murni dilakukan Jokowi. BBM satu harga yang digejot oleh Jokowi sejak pertengahan 2016 lalu merupakan murni hasil kinerja Jokowi. Bahkan Jokowi-lah satu-satunya Presiden yang berhasil melakukannya dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
21 Titik
Dari banyaknya daerah pedalaman yang akan segera merasakan BBM satu harga, Kecamatan Melonguane, Pulau Karakelang, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara merupakan daerah yang barus saja resmi merasakannya. Hal itu ditandai dengan diresmikannya SPBU Kompak 76.95805 oleh Pertamina dan Kementerian ESDM.
Sampai dengan Juni 2017, secara nasional Pertamina telah merealisasikan pengoperasian lembaga penyalur BBM Satu Harga sebanyak 21 titik di daerah-daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal atau 3T. Untuk Sulawesi, secara keseluruhan akan ada 13 SPBU Kompak yang merupakan bagian dari Program BBM Satu Harga dan diharapkan dapat beroperasi seluruhnya dalam dua tahun kedepan. SPBU Kompak di Melonguane ini adalah SPBU Kompak ke dua yang telah beroperasi dari 13 yang direncanakan.
Sekilas tentang SPBU Kompak, SPBU ini adalah lembaga yang didirikan Pertamina bekerja sama dengan mitra untuk memenuhi kebutuhan BBM di suatu area atau wilayah yang belum layak dibangun SPBU Reguler atau belum ada penyalur lain atau daerah pedalaman atau pulau yang lokasinya terpisah dengan Terminal BBM.
Dengan adanya SPBU Kompak ini, sekarang masyarakat Kepulauan Talaud khususnya di Pulau Karakelang dapat membeli produk Premium dengan harga Rp 6.450 per liter, produk Pertalite seharga Rp 7.500 per liter, dan produk Solar seharga Rp 5.150 per liter. Sebelum SPBU kompak ini didirikan, harga BBM di tingkat pengecer rata-rata berkisar antara Rp.10.000 hingga Rp.11.000 per liter.
Papua Terbanyak
Program BBM Satu Harga dengan slogan “Energi Berkeadilan” ini dari 148 lokasi di seluruh Indonesia, 33 lokasi diantaranya berada di Papua dan Papua Barat. Dari 33 lokasi di Papua itu, sembilan di antaranya sudah menikmati BBM Satu Harga. Harga BBM di sana yang awalnya bisa mencapai Rp 100.000 per liter.
Dengan kebijakan ini, maka BBM satu harga di provinsi Papua dan Papua Barat sekarang sudah siap diwujudkan dengan harga jual premium Rp 6.450 per liter dan solar Rp 5.150 per liter. Harga tersebut tidak hanya di SPBU, tapi juga di titik serah terima yang lebih rendah seperti di tingkat penyalur atau Agen Premium & Minyak Solar (APMS). Agen Bola Online
Untuk tahun 2017 ditargetkan terdapat 54 lembaga penyalur yang selesai dibangun. Dari target tersebut, saat ini telah beroperasi 10 penyalur yaitu di Provinsi Sumatera Utara (Kab.Nias Selatan), Sumatera Barat (Kab.Kepulauan Mentawai), Jawa Tengah (Kab.Jepara), Jawa Timur (Kab.Sumenep), Nusa Tenggara Barat (Kab.Sumbawa), Nusa Tenggara Timur (Kab.Sumba Timur), Sulawesi Tenggara (Kab.Wakatobi), Kalimantan Timur (Kab.Mahakam Hulu), Papua Barat (Kab.Sorong Selatan) dan Maluku Utara (Kab.Pulau Morotai).
Kendala di Lapangan
Penerapan secara bertahap program BBM Satu Harga ini bukan tanpa kendala. Tantangan yang ada di depan mata terkait pendistribusian, wilayah yang jauh dan konsumsi yang sedikit. Pulau yang kecil-kecil dan sangat jauh dari jangkauan adalah kendala yang cukup rumit sehingga membutuhkan waktu untuk membangun.
Kendati demikian, pembangunan tetap berjalan. Sebab, sesuai arahan Jokowi, Kebijakan BBM Satu Harga ini nantinya bisa membantu menumbuhkan ekonomi dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Karena jelas biaya transportasi akan lebih murah, biaya logistik akan lebih murah, sehingga harga juga akan bisa diturunkan.
Minimnya infrastruktur menuju daerah sasaran mengakibatkan Pertamina harus menggunakan berbagai moda transportasi untuk menjangkau daerah-daerah terpencil, mulai dari truk tangki, kapal tanker, kapal kecil, hingga pesawat. Akibatnya biaya distribusi BBM yang ditanggung Pertamina jadi mahal sekali. Untuk mengirim BBM ke 10 kabupaten atau kota dengan volume masing-masing 30 Kiloliter (KL) sekarang saja Pertamina sudah nombok Rp 800 miliar per tahun.
Nah, untuk tahun ini, Pertamina ditugaskan masuk lagi ke 54 kabupaten atau kota. Pertamina sudah menyiapkan dana sebesar Rp 5 triliun untuk ‘subsidi’ Program BBM Satu Harga. Ini dana dari kas Pertamina sendiri, bukan dari APBN. Dari Rp 5 triliun itu, untuk 10 daerah yang sudah menikmati BBM Satu Harga saja sudah habis lebih dari Rp 1 triliun. Sebab, konsumsi BBM di daerah-daerah terpencil itu meningkat hampir dua kali lipat, Pertamina jadi harus lebih sering mengirim BBM. “Ini kenyataan.
Meski demikian, ada beberapa daerah yang tidak terlalu sulit dijangkau. Untuk pengiriman ke daerah-daerah di luar Papua dan Kalimantan Utara relatif lebih mudah, tak perlu pakai pesawat. Di beberapa daerah masih bisa dijangkau lewat darat atau laut. Karenanya untuk mendukung program ini Pertamina meminta pemerintah pusat dan daerah membantu mempercepat BBM Satu Harga lewat pembangunan infrastruktur.
Positif Bagi Perekonomian
Meski menggerogoti laba Pertamina, Program BBM Satu Harga akan tetap diteruskan karena dampaknya sangat positif bagi perekonomian masyarakat di daerah terpencil. Di pedalaman Papua dulu konsumsi BBM kecil, sekarang ekonomi di sana bergerak. Dibanding sebelumnya, omzet sudah naik dua kali lipat. Hal ini menjadi jawaban yang selama ini muncul dengan pertanyaan, mengapa pertumbuhan ekonomi di sana sebelumnya rendah, karena pasokan energi belum optimal diterima.
Di beberapa daerah seperti di daerah Papua, Kalimantan Utara, Aceh, NTT, Maluku serta Kepualau Riau, misalnya di Anambas, saat ini telah direncanakan untuk dibangun lembaga penyalur. Progresnya saat ini sedang dilakukan survei moda angkutan dan telah ada calon investornya. Dengan demikian, diperlukan kerja sama yang solid dari seluruh pihak yang terlibat. Bandar Casino Terpercaya
Sebeneranya, selama ini pemerintah sebelum Jokowi bisa saja membuat kebijakan BBM Satu Harga. Namun terlihat agak sulit. Sebab, terlalu banyak mafia migas yang menguasai jalur distribusi BBM. Mungkin masyarakat masih ingat betapa mafia menguasai jalur migas. Semestinya Pemerintah bisa membelinya langsung ke pedagang tanpa harus melalui PT Pertamina Energy Trading Ltd atau Petral.
Setelah Petral dibubarkan, juga kebijakan lain dengan mencabut subsidi, kini BBM bisa satu harga. Jelas ini menjadi hadiah terindah dari Jokowi buat rakyatnya. Pertanyaannya, kok dulu tidak bisa ya? Masih mau nyinyir ini bukan hasil kinerja Jokowi? Ah….sudahlah.
#JokowiUntukIndonesia

Tidak ada komentar