Jokowi Kembali Selesaikan Salah Satu Proyek Yang Terlupakan
Jokowi Kembali Selesaikan Salah Satu Proyek Yang Terlupakan - Presiden yang dikenal dengan moto atau slogan blusukan dan kerja, kerja, kerja ini memang tak henti-hentinya bekerja keras untuk membangun infrastruktur serta menyelesaikan berbagai masalah klasik yang sudah mengakar begitu lama di Republik ini. Agen Sbobet Online
Tak hanya membangun infrastruktur-infrastruktur yang baru hingga ke pelosok daerah dan kawasan timur Indonesia, berbagai proyek mangkrak dari zaman pemerintahan sebelumnya juga tetap dilanjutkan oleh Presiden Joko Widodo.
Selama 2016-2017, setidaknya ada 5 proyek mangkrak era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berhasil kembali dijalankan oleh Presiden Joko Widodo. Proyek-proyek tersebut adalah sebagai berikut: Pertama, Jalan Tol Pemalang-Semarang. Kedua, Jalan Tol Cimanggis-Cibitung. Ketiga, Jembatan Merah Putih Ambon. Keempat, Bandara Internasional Kertajati di Majalengka Jawa Barat. Dan yang kelima adalah Proyek-proyek listrik yang mangkrak di era kepemimpinan Presiden SBY.
Faktanya memang sudah tidak terhitung lagi banyaknya infrastruktur yang sukses dibangun maupun yang sedang dalam proses penyelesaian oleh Presiden Jokowi. Padahal Presiden Joko Widodo baru tiga tahun lho menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Hebat bukan.
Lebih hebatnya lagi Presiden Jokowi tak cuma berfokus membangun infrastruktur di wilayah Pulau Jawa saja. Wilayah-wilayah lain di Indonesia terkhususnya daerah pelosok 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) juga tidak dilupakannya. Berbagai infrastruktur yang dibangun oleh Presiden Jokowi hingga saat ini antara lain adalah Pembangkit Listrik, Waduk, LRT-MRT, Jalur kereta api, Jalan Tol, Bandar Udara (Bandara), Jembatan, Pelabuhan laut, hingga Jalan-jalan umum yang sebagian besarnya juga menjadi penghubung antar daerah di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Tujuan pembanguna itu tentu supaya terjadi pemerataan dan terciptanya keadilan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia terkhususnya kawasan timur Indonesia. Pembangunan infrastruktur tentu akan sangat bermanfaat bagi peningkatan perekonomian nasional. Dengan infrastruktur yang lengkap dan memadai, rakyatlah yang akan diuntungkan.
Tak salah bila ada yang menjuluki Presiden Jokowi sebagai Bapak Infrastruktur di era modern dan Bapak Pembangunan daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
Besarnya anggaran infrastruktur yang dialokasikan oleh Presiden Joko Widodo setiap tahunnya juga tidak tangung-tanggung. Diperkirakan dana yang digelontorkan mencapai 30 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan anggaran sebesar itu, maka tak usah diragukan lagi keseriusan Presiden Jokowi dalam membangun infrastruktur di Indonesia.
Meneropong Kesuksesan Jokowi Bangun Rumah DP 1% di Banyak Daerah
Dari semua program pembangunan infrastruktur yang digalakkan oleh Presiden Joko Widodo bersama jajarannya, ada satu lagi Program yang tidak kalah hebatnya. Program tersebut adalah Program rumah murah dengan Down Payment (DP) 1% bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah atau menengah ke bawah.
Program rumah murah dengan DP 1 persen ini merupakan perwujudan nyata dari program sejuta rumah yang sudah mulai dilaksanakan oleh Presiden Joko Widodo sejak dilantik hingga sekarang.
Nah, Terkait dengan realisasi dari program rumah dengan Down Payment (DP) 1 persen tersebut, salah satu daerah yang baru-baru ini dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo adalah Provinsi Riau. Di Riau, Presiden Joko Widodo membagikan informasi kepada masyarakat luas terkait realisasi serta progress dari program sejuta rumah yang jadi andalannya itu. Agen Bola Online
Informasi dari program sejuta rumah tersebut diunggah lewat akun media sosial Facebook yang juga dikutip detikFinance, Senin (24/7/2017).
“Hari Minggu kemarin, saya mengunjungi perumahan bagian dari Program Sejuta Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah ini. Di lokasi ini dibangun 1.147 rumah, sudah selesai dibangun 700 unit dan laku keras. Yang antre banyak sekali,” kata dia dalam unggahan tersebut.
“Rumah-rumah murah yang dijual dengan uang muka satu persen saja, kini semakin banyak tersedia. Setelah Karawang, Tangerang, dan Balikpapan, kini ribuan rumah sedang dibangun di Kelurahan Karya Indah, Kampar, di Riau,” sambung Jokowi.
“Uang mukanya hanya satu persen, cicilan untuk 15 tahun kurang lebih Rp 900 ribu per bulan, kalau yang 20 tahun bisa Rp 780 ribu per bulan. Sasaran konsumen dari rumah murah ini adalah mereka yang berpenghasilan antara Rp 3-4 juta,” sebut dia.
“Saya akan terus meninjau proyek Program Sejuta Rumah seperti di Riau ini. Kalau peminatnya banyak, masyarakat ingin subsidi, kita tambahkan lagi tahun depan,” tandas Jokowi.
Lalu, apa kabarnya Rumah DP Nol Rupiah yang diusung oleh Anies-Sandi?
Perlu juga kita ketahui, bahwa Program rumah murah DP 1 persen yang diusung Presiden Jokowi ini jelas sangat berbeda dengan program rumah DP nol rupiah yang selama ini dikampanyekan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Jika program rumah Anies-Sandi itu awalnya adalah program rumah DP nol persen yang kemudian malah berubah jadi DP nol rupiah, maka sebaliknya program rumah murah Presiden Jokowi ini terbilang lebih realistis dan masuk akal dengan DP 1 persen.
Jadi, jika program rumah yang digadang-gadang oleh Anies-Sandi adalah untuk kalangan warga yang berpenghasilan 7 juta ke atas, maka sebaliknya program rumah murah DP 1% yang direalisasikan oleh Presiden Joko Widodo ini jauh lebih merakyat karena lebih menyentuh pada masyarakat yang berpenghasilan antara 3-4 juta rupiah.
Selain itu, untuk program DP nol rupiah yang digadang-gadang oleh Anies-Sandi tersebut, skemanya juga masih belum jelas dan nama programnya juga sudah beberapa kali berubah-ubah. Awalnya publik menangkap bahwa program tersebut adalah DP nol persen, namun kemudian berubah jadi rumah DP nol rupiah.
Parahnya lagi, program Anies-Sandi tersebut kembali terdengar hanya akan menyasar warga masyarakat yang bergaji tujuh juta ke atas dan bukannya tujuh juta ke bawah. Setelah ini kita tidak tahu apalagi yang akan berubah dari skema program Anies-Sandi tersebut. Yang ingin bertanya ya silakan mewawancarai Anies-Sandi.
Sebagai orang yang waras, sedari awal memang program rumah DP nol rupiah Anies-Sandi tersebut sudah terasa kurang realistis bagi saya. Tak jarang semasa kampanye pada Pilgub DKI Jakarta kemarin program ini terus menimbulkan polemik dan memicu perdebatan di tengah-tengah masyarakat.
Kalau terus berubah skemanya, rakyat miskin tentu semakin pesimis soal harapan mendapatkan rumah dengan DP nol rupiah Anies-Sandi tersebut. Apalagi, dari sosialisasi mengenai program hunian dengan DP nol rupiah ini, umumnya mereka yang sangat ingin dapat hunian layak adalah kebanyakan warga miskin di Jakarta dan warga korban gusuran yang tertarik janji kampanye Anies-Sandi. Lalu apa gunanya program rumah Anies-Sandi tersebut jika hanya menyasar orang kaya?
Intinya, Jika program rumah DP nol rupiah Anies-Sandi ini tidak bisa mengakomodir kemauan rakyat menengah ke bawah, ya bisa-bisa Anies-Sandi akan kehilangan kepercayaan nantinya. Padahal Anies-Sandi juga belum sah dilantik tapi skema program untuk rumah rakyat miskin saja sudah berubah-ubah bunyinya di telinga warga masyarakat. Ya semoga saja nantinya program DP nol rupiahnya Anies-Sandi itu tidak lenyap akhirnya.
Kesimpulannya, konsistensi Presiden Jokowi membangun infrastruktur dan menyediakan rumah dengan DP 1% bagi rakyat berpenghasilan rendah tentunya tidak bisa dibandingkan dengan program rumah nol rupiah Anies-Sandi yang rupanya diperuntukan bagi warga Jakarta bergaji tujuh juta ke atas. Bandar Casino Terpercaya

Tidak ada komentar