Fadli Zon Semakin Menunjukan Ketidak-Mampuan Untuk Menilai
Fadli Zon Semakin Menunjukan Ketidak-Mampuan Untuk Menilai - Daya nalar Fadli Zon untuk memahami suatu hal semakin diragukan. Beberapa kali dirinya mengatakan sesuatu yang sangat tidak logis serta tidak nyambung. Ketidaknyambungan pernyataan yang dilontarkan Fadli Zon memang bisa dimaklumi karena tujuan Fadli Zon hanya untuk menyerang citra Jokowi. Namun semakin kesini terlihat semakin parah. Pernyataan Fadli Zon semakin sulit dinalar dan tidak nyambung. Agen Bola Online
Saya belum pernah melihat Fadl Zon mengapresiasi kebijakan Jokowi. Hampir semua kebijakan Jokowi diprotes oleh Fadli Zon karena memang dia orang Prabowo yang ingin agas bos besarnya bisa menggantikan posisi Jokowi. Apapun yang menimpa Jokowi akan selalu digoreng, diviralkan, dan terus diopinikan oleh Fadli Zon dengan harapan bisa menurunkan citra Jokowi. Hanya saja, saya sangat prihatin ada anggota DPR yang hanya ingin menjatuhkan Jokowi, sampai harus melontarkan pernyataan yang tidak nyambung.
Sebelumnya, Fadli melontarkan konyol. Dia memprotes mengapa telegram saja yang diblokir, mengapa panci tidak. Dia menyamakan telegram dengan panci. Dia tidak bisa membedakan antara telegram dan panci. Diblokirnya telegram karena menjadi sarana para teroris untuk saling berhubungan satu sama lain. Telegram menjadi media yang sangat efektif untuk menyebarkan paham radikal. Diblokirnya telegram bisa memutus jaringan komunikasi para teroris dan sangat efektif dalam meminimalisir tindak teror. Jika panci yang diblokir, maka tindak teror tidak akan bisa diminamilisir dan justru merugikan ibu rumah tangga yang biasanya menggunakan panci untuk memasak. Namun semua ini tidak dipahami oleh Fadli.
Kali ini, Fadli kembali nyinyir terkait soal pelaporan Kaesang. Muhammad Hidayat akhirnya dikatakan telah ditahan. Fadli sudah langsung beraksi untuk menggoreng kabar ini. Fadli protes mengapa hanya gara-gara melaporkan anak presiden, kemudian ditahan dan menuduh pemerintah bersikap represif.
“Saya enggak tahu kasusnya apa, kenapa ditahan, tapi jangan karena melaporkan anak presiden kemudian seseorang bisa ditahan. Itu juga menurut saya praktik represif sehingga orang takut nanti melakukan kritik, takut menyatakan pendapat pikiran baik lisan maupun tulisan,” ujar Fadli
Fadli kembali ngoceh dan sok mengingatkan pemerintah agar tidak menggunakan cara represif untuk menyelesaikan kasus. Sebab, cara represif menurut Fadli akan mendapatkan perlawanan sehingga berujung kegaduhan.
“Berdasarkan aturan kalau salah ya dihukum, kalau tidak salah tidak dihukum. Jangan ada upaya kriminalisasi dan melakukan upaya hukum sebagai alat represi atau alat kepentingan politik,” tegasnya. Agen Sbobet Online
Logika Fahri menyimpulkan bahwa Muhammad Hidayat ditahan karena telah melaporkan Kaesang. Benarkah seperti itu? Jika memang pemahaman Fadli ini memang tidak dibuat-buat dan memang seperti itu adanya, maka saya simpulkan Fadli gagal paham dalam memahami kasus Kaesang. Namun bisa jadi Fadli hanya ingin melampiaskan nafsu nyinyirnya saja kepada Jokowi tak peduli nyambung tidaknya nynyirannya dengan persoalan Kaesang.
Fadli seperti tidak tahu rekam jejak Muhammad Hidayat. Tanpa melaporkan Kaesang pun, Muhammad Hidayat akan ditahan karena dia seorang tersngka ujaran kebencian. Tudingan Fadli juga telah dibantah oleh polisi.
“Ini tidak ada kaitannya ya. Ini kan laporannya sudah duluan. Waktu unjuk rasa November 2016,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Sabtu siang.
Muhammad Hidayat ditangkap di Bekasi pada 15 November 2016. Hidayat ditangkap karena telah mentransmisikan video saat Kapolda Metro berdialog dengan massa pengunjuk rasa aksi 411 di depan Istana Negara pada 4 November 2016. Saat awal ditetapkan sebagai tersangka, Hidayat sempat ditahan. Namun kemudian ditangguhkan karena alasan kesehatan.
Selama penagguhan penahanan, polisi sempat melengkapi berkas kasus Hidayat dan mengirimkannya ke kejaksaan. Namun kejaksaan menyatakan berkas kasus tidak lengkap (P-19). Kasus itu kemudian mengendap. Sampau akhirnya Hidayat muncul kembali sebagai pelapor Kaesang.
Jika Fadli tidak bisa memahami penjelasan polisi, maka saya simpulkan Fadli memang orang yang semakin tidak nyambung kalau melontarkan pernyataan. Dia memang tidak peduli pernyataannya nyambung atau tidak. Di dalam otaknya, hanya ada pikiran bagaimana caranya untuk terus memperburuk citra Jokowi. Sekecil apapun peluang itu, akan Fadli Zon ambil meskipun ujung-ujungnya terlihat tidak nyambung.
Saya kasihan juga melihat sosok Fadli yang memiliki kebencian yang luar biasa kepada Jokowi. Pendidikan yang tinggi serta jabatannya sekarang seolah tidak berguna dan tak ada artinya karena lontaran-lontaran Fadli yang semakin tidak nyambung. Pendidikan yang tinggi ternyata masih kalah dengan kebencian yang ada di dada Fadli kepada Jokowi sehingga Fadli mengabaikan logis dan nyambung tidaknya pernyataan yang dia lontarkan, karena yang terpenting bisa nyinyir ke Jokowi. Bandar Casino Terpercaya

Tidak ada komentar