Header Ads

Buni Yani Semakin Ngawur Dalam Pembelaan Dirinya Sendiri

Buni Yani Semakin Ngawur Dalam Pembelaan Dirinya Sendiri - Nasib orang siapa yang tahu dan bisa berubah denga sekejap. Salah satu perubahan nasib yang drastis sedang dialami oleh Buni Yani akibat hal bodoh yang dilakukannya. Buni Yani terancam hukuman penjara minimal 6 tahun hanya karena memposting sebuah video dan menuliskan transkip yang berbeda. Agen Bola Online



Saat ini, ketika isu penodaan agama yang menjerat Ahok sudah selesai, Buni Yani masih harus berjuang sendiri mempertaruhkan nasibnya. Ketika orang-orang yang diuntungkan dengan postingan Buni Yani sedang tertawa dan menikmati kemenangan, Buni Yani mungkin sudah lupa bagaimana cara untuk tertawa. Buni Yani nyaris tidak pernah tertawa semenjak resmi dijadikan tersangka.

Ketika laskar jihad berbondong-bondong membela tokoh-tokoh penting, Buni Yani nyaris tidak dianggap. Tidak ada inisiatif para laskar demo untuk membela Buni Yani. Mereka justru membela Hari Tanoe yang seorang China dan kafir. Padahal Buni Yani sosok paling penting dibalik masuknya Ahok ke penjara. Namun sosoknya nyaris dilupakan begitu saja. Tidak ada ucapan terima kasih kepada Buni Yani, tidak pula ada ucapan bela sungkawa.

Mereka hanya berpikir Buni Yani adalah orang bodoh yang ingin terkenal dengan melakukan tindakan bodoh. Orang seperti itu tidak perlu dibela. Yang terpenting, mereka bisa mengambil manfaat dari kebodohan Buni Yani. Ketika Buni Yani sedang memperjuangkan nasibnya, mereka mungkin sudah lupa dengan sosok Buni Yani.

Nasib buruk semakin mengancam Buni Yani ketika ada wacana akan menghadirkan Ahok sebagai saksi. Ahok adalah korban langsung dari tindakan Buni Yani. Boleh dikata, nasib Buni Yani sekarang berada di tangan Ahok. Jika Ahok mau memberikan kesaksian yang memberatkan, maka Buni Yani semakin di ujung tanduk.

Sebetulnya, jika sikap yang ditunjukkan oleh Buni Yani baik, mislanya Buni Yani mau meminta maaf kepada Ahok dan mengakui kesalahan, saya rasa Ahok pun juga akan memaafkan. Namun sikap yang ditampilkan oleh Buni Yani justru sebaliknya. Dirinya masih bersikeras merasa tidak melakukan kesalahan.

Tidak hanya merasa tidak bersalah, Buni Yani bahkan mengkambing hitamkan orang lain. Dia menuduh orang lain yang telah membuat video Ahok viral.

Sebelumnya, dalam lanjutan persidangan Buni Yani, Mohamad Guntur Romli menjadi salah satu saksi yang dihadirkan dalam sidang kasus pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Pemkot Bandung, Jalan Seram Kota Bandung, Selasa (25/7/2017). Agen Sbobet Online

Dalam kesaksiannya, Guntur Romli mengaku pertama kali melihat Buni Yani memposting video berdurasi 30 detik tanggal 6 Oktober 2016 sekitar pukul 21.00 WIB. Video tersebut berisi ucapan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyinggung ayat Al Quran.

Buni Yani pun membantah pernyataan Guntur Romli dan mengatakan saksi telah berbohong. Menurut Buni Yani, pada pukul 21.00 WIB dia masih dalam perjalanan pulang menggunakan commuter line seusai mengajar dari salah satu perguruan tinggi di Jalan Sudirman, Jakarta.

Dia mengaku baru memosting video berisi rekaman Ahok pada tengah malam.

“Saya hari Kamis ingat betul saya mengajar sampai jam 21.00 WIB. Saya naik kereta sampai Depok perlu waktu satu jam, sampai rumah 22.30 WIB. Kalau Guntur melihat postingan jam 21.00 WIB,  masak dia lebih dulu melihat postingan saya daripada saya posting. Logikanya dimana? Dia memfitnah saya. Di BAP sudah dijelaskan,” ujarnya.

Selain membantah pernyataan Guntur Romli, Buni Yani juga menuduh jika Guntur Romli adalah orang yang membuat video Ahok yang diposting Buni Yani menjadi viral setelah Guntur Romli melakukan screenshoot postingan Buni Yani.

“Guntur screenshot setelah saya posting. Setelah diviralkan Guntur baru semua orang kepingin tahu dan langsung lihat ke facebook saya. Karena dia timsesnya Ahok, kemudian di balik ke saya. Jadi saya penyebabnya. Mestinya Guntur itu yang ditangkap,” tandasnya.

Melihat sikap Buni Yani yang seperti anak kecil dalam melakukan pembelaan, saya simpulkan bahwa dia memang orang-orang yang merasa paling benar meskipun apa yang dilakukannya menurut orang lain sangat bodoh.

Untuk apa Buni Yani membela diri dengan mengatakan bahwa dia memposting video Ahok tengah malam dan Guntur Romli mengatakan melihat postingan jam 21.00. Buni Yani seperti sedang mengatakan bahwa kesaksian Guntur bohong jika tak membawa bukti apa pun? Siapa pun bisa mengklaim seperti itu namun yang menjadi pertimbangan adalah bukti otentik. Buni Yani pun ternyata memang tidak memiliki bukti. Bandar Casino Terpercaya

Pembelaan Buni Yani juga semakin ngawur dengan menuduh Guntur yang bersalah karena mengklaim Guntur melakukan screenshoot postingan Buni Yani dan kemudian disebarkan. Saya semakin yakin kalau Buni Yani tidak benar-benar paham soal UU-ITE.

Jika menyebarkan tindak kriminal yang dilakukan oleh orang lain kemudian dianggap ditangkap, bagaimana logikanya? Hal ini sama saja ketika ada orang yang menyebarkan berita pencurian namun dia yang kemudian ditangkap oleh polisi. Kok bisa-bisanya orang yang menyebarkan tindakan kriminal kemudian yang ditangkap? Makin ngawur saja ni Buni.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.