Header Ads

Beginilah Jakarta Tanpa Ahok

Beginilah Jakarta Tanpa Ahok - Tak terasa memang, hari ini tepat 2 bulan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mendekam di balik jeruji sel karena kasus penodaan agama. Ahok dinyatakan bersalah atas kasus penodaan agama tepat tanggal 9 Mei 2017, dan langsung ditahan di Mako Brimob sampai detik ini. Bagiku, dan juga bagi semua penghuni bumi bulat, sampai saat ini kasus tersebut termasuk kasus yang tak masuk akal. Kasus yang terkesan dibuat-buat dan dipaksakan oleh pihak-pihak kaum bumi datar. Yah, mau bicara seperti apapun, Ahok sendiri sudah rela dipenjara. Demi keutuhan NKRI, demi kedamaian Indonesia, supaya tidak ada lagi dema-demo ala angka togel yang tak perlu itu. Kita cuma bisa pasrah saja mengikuti keinginan Ahok, walau hati ini sampai saat ini tetap tak rela. Agen Bola Online



Memang sih baru 2 bulan, tapi itu sangat terasa lama. Lama banget, malah! Apalagi untuk Pak Djarot yang bekerja sendirian mengurusi Jakarta. Tanpa wakil, untuk sisa jabatan yang kurang dari 4 bulan. Dan, namanya kerja sendiri, tentu berbeda bebannya dibandingkan dengan bekerja berdua.

Nah, ada hal yang mungkin agak luput dari pengawasan. Walau sepele, tapi terlihat jelas di Koridor 13 TransJakarta (TransJ) dari Tendean ke Ciledug yang belum beroperasi sudah dicorat-coret oleh oknum jahil yang tidak punya tanggungjawab. Kalau masih ada Ahok, mungkin sudah langsung dibersihkan, dicat ulang, kalau perlu pelakunya ditangkap dan diceramahi kali ya. Ah, jadi kangen masa-masa ketegasan Ahok…

Pengoperasian Koridor 13 Tendean-Ciledug itu sendiri rencananya akan dibuka pada 17 Agustus 2017, menurut Direktur Utama TransJ Budi Kaliwono. Namun Budi mengatakan bila operasionalnya masih terbatas. “Kami optimistis tanggal 17 Agustus secara teknis sudah harus siap. TransJakarta berdua dengan Bina Marga dibantu Dishub kami evaluasi terus dan 17 Agustus menjadi target kami bersama untuk operasi terbataslah,” kata Budi saat meninjau koridor tersebut hari Minggu (9/7/2017).

Operasi terbatas yang dimaksud adalah waktu operasinya yang masih terbatas yakni dari 05.00 WIB di pagi hari hingga pukul 19.00 WIB. Ini karena mempertimbangkan masih belum tersedianya secara penuh infrastruktur penerangan. “Memang total lampu yang dibutuhkan 300an titik lampu. Tapi kami masih menilai lampu ini bisa menjadi faktor dominan atau pembantu, kita lihat warna-warna ini ‘kan cukup, terang ini cukup eye cathing untuk driver. Sepanjang Tendean sampai Ciledug ini ‘kan banyak gedung-gedung tinggi,” ucap Budi. Agen Sbobet Online

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menunda peresmian Koridor 13 itu karena Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga kini belum mengeluarkan Surat Laik Fungsi (SLF) bagi proyek Koridor 13.

17 Agustus 2017… Eh, itu angka cantik, lho. Semoga saja tidak ada ormas yang dema-demo angka togel lagi, ya. 17-08-17 ‘kan termasuk angka cantik, tuh. Apalagi itu HUTnya Republik tercinta kita. Jangan sampai deh, karena ada banyak event kenegaraan di hari itu. Jadi, pemerintah tidak ada waktu mengurusi hal yang tak penting seperti demo togel. Tapi, penasaran juga, apa di hari itu yang lagi kabur keluar negeri karena katanya kriminalisasi ulama sudah kembali ke Indonesia belum, ya?

Oke, kembali ke bahasan tentang halte TransJ. Walau belum diresmikan, bukan berarti bisa seenaknya dicorat-coret, ‘kan? Siapapun pelakunya, sangat tidak pantas. Halte tersebut dibangun menggunakan anggaran DKI. Dan itu termasuk dari uang pajak penduduk DKI. Lha, kok malah seenaknya saja ditulisi dan digambari. Mending gambar dan tulisannya bagus dan ada seninya, seperti kaligrafi atau graffiti yang keren gitu. Yang terlihat di foto sama sekali tak sedap dipandang. Kalau begitu caranya sama sekali tak menghargai fasilitas umum. Boleh ditebak deh, kalaupun nanti setelah diresmikan tanggal 17 Agustus 2017, si pelaku corat-coret itu bakalan naik TransJakartanya jugalah. Ikut menikmati fasilitas tapi malah mencorat-coret. Dipikirnya keren kali, ya?

Berharap saja Pak Djarot segera bertindak. Bener-bener nih, kangen ketegasan Ahok. Tetap berdoa untuk kesehatan Ahok dan Pak Djarot. Pemimpin yang dicintai rakyatnya adalah pemimpin yang benar-benar bekerja untuk rakyat. Bukan malah memikirkan diri sendiri maupun kelompoknya. Aku agak ngeri memikirkan setelah masa jabatan Pak Djarot selesai apakah hal seperti ini (masalah corat-coret) akan tambah parah? Kita lihat saja nanti. Bandar Casino Terpercaya

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.