Header Ads

Tontowi/Liliyana Juarai Turnamen BCA Indonesia, Bukti Persatuan Bhineka Tunggal Ika

Tontowi/Liliyana Juarai Turnamen BCA Indonesia, Bukti Persatuan Bhineka Tunggal Ika - Luar Biasa! Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir membuat Indonesia bangga. Mereka berhasil menjuarai turnamen BCA Indonesia Open 2017 pada hari Minggu 18 Juni 2017. Sungguh mengharukan dan menggugah hati kita semua!



Tontowi/Liliyana, atau Owi/Butet demikian sapaan akrab mereka, lagi, lagi, dan lagi-lagi membuat Indonesia bangga. Setelah menjuarai Olimpiade Rio 2016 tahun lalu dan mengharumkan nama Indonesia di panggung tertinggi persaingan olahraga level dunia, kali ini Owi/Butet berhasil membuat kita menangis haru dan merinding lagi. Situs Resmi Sbobet

Demikian bunyi teriakan ribuan penonton di JCC Senayan Plenary Hall malam hari ini. Menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa, tidak diprediksikan dan tidak diandalkan untuk meraih gelar tahun ini karena belum maksimalnya performa mereka sejak cedera lutut yang didera Butet akhir tahun lalu, Owi/Butet malah juara.

Memang lokasi pertandingan tahun ini dipindah dari yang biasanya dilaksanakan di Istora Senayan ke JCC Senayan. Kapasitas stadium yang lebih kecil ternyata tidak mengurangi secara signifikan meriahnya teriakan dukungan penonton untuk Indonesia.

Indonesia, Indonesia. Ribuan penonton yang membentuk lautan manusia itu meneriakkan frasa yang sama. Percayalah kepada saya, jika Anda menonton di lapangan, apalagi jika diadakan di Istora, teriakan dukungan dari penonton itu begitu menggelegar dan mengguncang hati Anda.

Ada yang kulitnya berwarna kuning dan ada yang berwarna hitam kecoklatan. Ada yang matanya sipit, ada juga yang hidungnya mancung. Ada yang menggunakan hijab dan ada juga yang mengenakan kalung salib. Ada yang datang dari Aceh sana, dan bahkan ada yang jauh-jauh dari luar negeri ke Jakarta.

Dari SPG yang rapi dan cantik-cantik hingga kami para kru media yang sudah ‘babak belur’ karena bergadang berhari-hari demi meliput kejuaraan ini. Kita juga bekerja dengan tujuan berbeda-beda, namun kita disatukan dalam satu tujuan, mengajak masyarakat untuk mendukung dan membela negeri Indonesia.

Jika dilihat dari penampilan luar, tidak ada satu hal apapun yang dapat menyamakan penampilan mereka. Namun jika Anda ingin menggunakan hati Anda untuk melihat dalamnya, mereka semua memiliki kesamaan. Hati mereka semua Indonesia, Indonesia.

Yes, gunakanlah hati nurani Anda. Jangan hanya menilai penampilan yang dapat dilihat dengan mata dan disentuh dengan tangan saja, karena itu terlalu dangkal. Sungguh terlalu dangkal.

Yang mereka bela adalah Indonesia, bukan Tiongkok ataupun Arab. Demi mendukung Indonesia mereka capek-capek berteriak tanpa henti. Demi membela Indonesia mereka mahal-mahal membeli tiket menonton di stadium. Karena kebanggaan untuk Indonesia, mereka semua meneteskan air mata haru hari ini.

Mereka Buktikan Perbedaan Itu Menguatkan
Owi/Butet membuktikan bahwa perbedaan itu bukanlah hal yang harus dipermasalahkan. Perbedaan itu justru menguatkan kita.

Beberapa hari belakangan ini isi doa saya kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah….. memohon Tuhan untuk memberikan berkah kepada tanah air Indonesia, agar supaya ada kabar positif yang masif yang dapat memberikan kebanggaan dan mempererat seluruh elemen negeri ini. Agen Bola Online

Kita sudah capek setelah lebih dari 9 bulan ini bangsa ini begitu meributkan perbedaan. Perbedaan pendapat, perbedaan pilihan politik, perbedaan agama, perbedaan A, perbedaan B, C, D, dan seterusnya.

Dan ternyata, Tuhan benar-benar menyayangi bangsa ini. Tuhan benar-benar memberikan berkah kepada Indonesia melalui gelar juara yang diraih Owi/Butet hari ini.

Menurut saya, melalui Owi/Butet, Tuhan ingin mengingatkan bangsa Indonesia bahwa perbedaan itu harusnya menguatkan kita, bukan malah menjadi alasan untuk saling menyakiti, dan meruntuhkan bangsa ini.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, dua manusia ini jika hanya dilihat dari luar saja, menggunakan mata duniawi saja, sangatlah berbeda. Dari Manado dan dari Banyuwangi. Dari bahasa di kampung mereka hingga suku keturunan  yang mereka dapatkan dari orang tua mereka. Dari warna kulit hingga agama mereka berdua. Semuanya berbeda.

Apa yang Sama?

Lalu apa yang sama? Coba kalian lihat lagi foto mereka di bawah ini. Tidak ada yang sama? Serius? Kalian sudah benar-benar menggunakan hati untuk melihatnya apa belum?

Keringat, darah dan air mata mereka dikucurkan untuk siapa itu sama loh. Warna bendera yang terpampang di sebelah kiri dada mereka juga sama. Masa tidak tahu?

Negara yang mereka bela itu sama loh. Ketika mereka juara Olimpiade tahun lalu, lagu kebangsaan yang dinyanyikan di negeri Brazil nun jauh disana itu katanya adalah lagu kebangsaan yang sama dengan apa yang sering kalian nyanyikan?

Hati dan pikiran Owi/Butet untuk siapa juga sama. Pengabdian dan dedikasi mereka untuk negara tertentu pun juga sama. Kalian semua tahu jawabannya kan? Hello? Jawabannya hanya satu kata, dan kata itu jika ditulis akan terbaca seperti ini: ‘Indonesia’!

Tontowi/Liliyana sudah membuktikan, semua perbedaan itu hanyalah kulit luar, yang terpenting adalah untuk siapa kita berkarya. Yang terpenting adalah siapa yang mendapatkan manfaat dari karya kita dan apa yang selalu berada di dalam hati dan pikiran kita.

Penutup
Perbedaan itu jika dimanfaatkan dan dikelola dengan benar pasti akan menghasilkan kekuatan, bukan kelemahan. Tontowi/Liliyana telah membuktikan Perbedaan mereka dapat menguatkan mereka dan mendukung mereka dalam menghasilkan berbagai prestasi. Bandar Casino Terpercaya

Lalu, bagaimana dengan bangsa Indonesia sendiri yang mereka bela? Apakah berbagai bentuk perbedaan yang dimiliki oleh seluruh elemen bangsa ini juga dapat menguatkannya?

Ataukah sebaliknya bahwa berbagai bentuk perbedaan kita akan terus dipermasalahkan, diributkan, ditekankan dan dijadikan bahan untuk membeda-bedakan?

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.